Home / DUNIA

Minggu, 1 September 2019 - 12:05 WIB

India  Tak Masukkan Dua Juta Orang ke Dalam Daftar Warga Negara

Warga mengantri untuk menggunakan hak suaranya di sebuah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Majuli, sebuah kepulauan besar di Sungai Brahmaputra, di Timur Laut Negara Bagian Assam, India. (Reuters/Antara)

Warga mengantri untuk menggunakan hak suaranya di sebuah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Majuli, sebuah kepulauan besar di Sungai Brahmaputra, di Timur Laut Negara Bagian Assam, India. (Reuters/Antara)

mediautama.news – Hampir dua juta orang tidak dimasukkan ke dalam daftar warga negara yang dikeluarkan pada Sabtu di Assam, negara bagian di timur laut India, setelah pemeriksaan besar-besaran selama bertahun-tahun untuk memeriksa imigran ilegal dari Bangladesh, negara tetangganya yang mayoritas berpenduduk Muslim.

Rasa tak suka terhadap para imigran ilegal telah merebak selama bertahun-tahun di Assam, salah satu negara bagian paling miskin di India, dengan warga setempat menyalahkan para pendatang dari luar, banyak yang mengatakan berasal dari Bangladesh, merebut pekerjaan dan menguasai lahan mereka.

Pejabat memeriksa dokumen-dokumen yang diajukan oleh sekitar 33 juta orang untuk rancangan yang dirilis tahun lalu dari Daftar Nasional Warga (NRC) di Assam, yang meninggalkan lebih dari empat juta penduduk negara bagian, banyak dari mereka beragama Hindu.

Tetapi 31,1 juta orang sekarang masuk dalam daftar akhir, dengan 1,9 juta orang tidak masuk daftar, kata Prateek Hajela, koordinator pencatatan di negara bagian itu.

“Jika ada yang tidak puas dengan hasil pencatatan itu dan mereka dapat mengajukan keberatan ke pengadilan orang asing,” kata Hajela dalam pernyataan, dengan menambahkan bahwa setiap orang sudah menerima pemeriksaan yang memadai.

IKLAN ADS

Mereka yang tidak masuk dalam daftar itu memiliki waktu 120 hari untuk membuktikan kewarganegaraan mereka di ratusan tempat yang sudah disediakan di negara bagian itu yang dikenal dengan nama pengadilan orang asing. Jika dinyatakan berdasarkan hukum sebagai imigran ilegal di sana, mereka dapat mengajukan banding ke mahkamah lebih tinggi.

“Semua di dalam keluarga saya masuk dalam daftar tetapi saya tidak,” ujar Munwara Khatun, yang disertai dua cucu dan suaminya, Sahar Ali, di sebuah pusat pendaftaran di Distrik Nagaon, di bagian tengah Assam. “Bagaimana bisa begini?”

Pasangannya yang berusia 65 tahun itu dan di kesehariannya sebagai petani mengatakan itu daftar itu juga tidak ada namanya, sehingga mendorong mereka menyiapkan dokumen-dokumen kepada pihak berwenang mulai dari dokumen kepemilikan lahan hingga kartu tanda pemilih dan warga Aadhaar India.

Sejumlah orang di pusat itu mengatakan para petugas telah meminta mereka pergi ke pengadilan untuk dimasukkan dalam daftar.

 

Sumber: Reuters/Antara

Share :

Baca Juga

DUNIA

150 Anggota Kerajaan Arab Saudi Positif Corona

DUNIA

Ketua Parlemen Iran Positif Virus Corona

DUNIA

Protes Hong Kong: Pengunjuk Rasa Blokade Kereta dan Jalan-jalan Menuju Bandara

DUNIA

Dubes China Tuding 7 ‘Kejahatan’ AS Usai Pompeo Temui Jokowi

DUNIA

Singapura Luncurkan Paket Ekonomi Hadapi Wabah Virus Corona

DUNIA

Timor Leste Terapkan Lockdown Perdana Redam Infeksi Corona

DUNIA

Israel Uji Coba Rudal Berkemampuan Nuklir, Iran Terancam

DUNIA

Menhan AS Konfirmasi Kematian Anak Osama Bin Laden