Home / DUNIA

Senin, 2 Desember 2019 - 08:35 WIB

Polisi Identifikasi Dua Korban Tewas Penikaman London Bridge

Ket Foto : Insiden penikaman di London Bridge, Jumat (29/11). (Foto: AP Photo/Matt Dunham).

Ket Foto : Insiden penikaman di London Bridge, Jumat (29/11). (Foto: AP Photo/Matt Dunham).

MEDIAUTAMA.CO | – Kepolisian mengidentifikasi dua orang korban tewas saat teror penikaman di di London Bridge pada Jumat (29/11/2019). Kedua korban, Saskia Jones (23) dan Jack Merritt (25) diketahui sebagai lulusan Cambridge University.

Keduanya tergabung dalam organisasi keadilan jaringan akademis, Learning Together. Organisasi ini pula yang menyelenggarakan perhelatan Fismonger’s Hall yang berlangsung di hari nahas tersebut.

Dalam sebuah pernyataan seperti dilansir CNN, polisi mengatakan Merrit bekerja sebagai koordinator di organisasi tersebut, sementara Jones merupakan relawan di lembaga yang sama.

Selain Merrit dan Jones, pihak kepolisian mengonfirmasi tiga orang luka-luka akibat teror tersebut. Hingga Minggu (1/12/2019), seorang korban luka-luka sudah diperbolehkan pulang, sementara dua lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Kepolisian Metropolitan London sendiri telah menyatakan bahwa insiden penikaman tersebut sebagai aksi terorisme.

“Saya sekarang dalam posisi untuk mengkonfirmasi bahwa penikaman dinyatakan sebagai aksi terorisme,” ujar Assistant Commissioner Kepolisian Metropolitan London, Neil Basu, mengutip AFP.

Seorang pelaku penikaman dilaporkan tewas akibat tembakan senapan polisi.

IKLAN ADS

“Khan ditembak oleh polisi tak lama setelah dia melakukan aksinya dan sempat dijatuhi ke tanah,” ungkap pihak kepolisian.

Bertahun-tahun sebelum Usman Khan ditembak polisi setelah melakukan serangan pisau di London Bridge, pihak berwenang mengatakan dia berencana untuk memulai “fasilitas pelatihan militer teroris.”

Khan dibebaskan dari penjara pada Desember 2018 dengan monitor yang disematkan pada pergelangan kaki, setelah dia mengaku bersalah atas tuduhan terorisme pada 2012.

Pada awal November, Inggris telah menurunkan status dari tingkat ancaman teror di negaranya dari ‘severe’ menjadi ‘substantial’. Dengan status ini, potensi serangan teror dilihat berada pada tingkat menengah.

Status ‘substantial’ ini terakhir kali diberlakukan pada Agustus 2014. Setelah itu, kondisi keamanan Inggris berangsur menurun dengan status tingkat ancaman teroris yang terus meningkat menjadi ‘severe’. Pada Mei dan September 2017 status bahkan meningkat menjadi ‘critical’.

 

(MU/CNN)

Share :

Baca Juga

DUNIA

Lewat Aplikasi, Cina Pantau Area Penyebaran Virus Corona

DUNIA

Kabin Bau Kaus Kaki, Pesawat Airbus Dikembalikan ke Pabrik

DUNIA

Gempa di Turki, Seorang Balita Selamat dari Runtuhan Bangunan

DUNIA

Kesal dengan Twitter, Trump Ancam Tutup Media Sosial

DUNIA

Warga Irak Ubah Senjata Serbu Jadi Instrumen Musik 

DUNIA

Ulama Iran Salahkan Trump atas Penyebaran Virus Corona di Qom

DUNIA

Pembaruan Data, Total 556 Positif Corona di Korea Selatan

DUNIA

AS-Meksiko Bahas Strategi Atasi Kartel Narkoba