Bank Dunia Akan Kurangi Pinjaman ke China

  • Bagikan
Ket Foto : Bank Dunia mengatakan akan mengurangi pinjamannya ke China. (Sajjad HUSSAIN / AFP)

MEDIAUTAMA.CO | – Bank Dunia mengatakan akan mengurangi pinjamannya ke China, seperti dilansir dari AFP, Bank Dunia yang dipimpin oleh mantan pejabat Departemen Keuangan AS David Malpass, membela pendekatan ke China dalam sebuah pernyataan singkat.

“Pinjaman Bank Dunia ke China telah turun tajam dan akan terus berkurang sebagai bagian dari perjanjian kami dengan semua pemegang saham kami termasuk Amerika Serikat,” papar Malpass.

“Kami menghilangkan pinjaman karena negara-negara tersebut menjadi lebih kaya,” katanya dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (9/12/2019).

Baca Juga : Harga Minyak Turun Tersandung Pelemahan Ekspor China

Bank Dunia merespons pengurangan pinjaman usai Presiden AS Donald Trump mengecam aksi pinjaman Bank Dunia untuk China dan minta semua pinjaman dihentikan.

“Mengapa Bank Dunia meminjamkan uang ke China? Apakah ini mungkin? China punya banyak uang. Jika mereka tidak punya. Mereka yang membuatnya. Berhenti,” ujar Trump dalam cuitannya di Twitter, Jumat (6/12/2019).

Trump mengulangi posisi yang telah lama dipegang oleh pemerintahannya, termasuk Malpass sebagai bos Bank Dunia saat ini. Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kepada anggota parlemen AS Kamis bahwa Amerika Serikat keberatan dengan program pinjaman dan proyek tahunan lembaga itu di China.

Program tersebut termasuk rencana untuk mengurangi pinjaman ke China.

Baca Juga : IATMI : Skema Bagi Hasil Migas harus Menarik dan Fleksibel

“Program mencerminkan evolusi hubungan kita dengan China,” ujar Martin Raiser, Country Director Bank Dunia untuk China.

Sikap Trump yang sangat terbuka muncul di tengah negosiasi antara Washington dan Beijing yang berupaya mengakhiri perang dagang selama 18 bulan. Mereka bertujuan memaksa China membuat konsesi untuk melindungi bisnis Amerika dan mengurangi surplus perdagangannya.

Ada banyak ketidakpastian tentang tanggal kemungkinan perjanjian parsial, yang dikatakan Trump akan segera terjadi pada Oktober lalu.

 

(AFP/CNN/MU)

  • Bagikan