Home / HUKUM

Senin, 20 Januari 2020 - 20:01 WIB

Kasus Penyekapan Ibu dan Anak, LBH Medan Minta Pelaku Dihukum Berat

MediaUtama | Medan – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) meminta Kapolri, Kapoldasu, Gubsu, Bupati Langkat dan Kapolres Langkat memperhatikan kasus penyekapan seorang nenek, ibu dan anaknya yang terjadi di Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat.

Sebagaimana dikatakan Kadiv Buruh dan Miskin LBH Medan Maswan Tambak SH, Senin (20/01/2020), bahwa kasus penyekapan terhadap Saidah, Septi dan anaknya lelakinya berusia 1,5 bulan oleh GO, AL, AM dan LE, suatu bentuk perampasan kemerdekaan warga atau bentuk penzaliman yang sudah berlangsung 13 tahun lamanya.

Ia juga menyebutkan penyanderaan dengan dalih apapun itu tidak dibenarkan. Selain itu aksi kekerasan yang dilakukan GO Cs, sudah sangat meresahkan sehingga akhirnya masyarakat pun bersatu untuk mengakhiri kekejaman GO Cs, dengan membebaskan si nenek, ibu dan anak lelakinya dari sekapan para pelaku.

Didampingi, Direktur dan Wakil Direktur LBH Medan, Ismail Lubis dan Irvan Saputra, meminta agar pihak Poldasu segera membebaskan 12 warga yang ditahan. Belasan warga tersebut, merupakan orang yang menyelamatkan Septi dan anaknya serta ibunya dari sekapan GO. 

Dalam kasus ini, lanjut Maswan harus menjadi perhatian Poldasu, karena GO ini para preman yang telah berbuat sewena-wena di masyarakat. Meski Septi bersama anak dan neneknya meminta perlindungan Kades Tanjung Lenggang, Ahmad Tahir, namun tidak serta merta dikeluarkan seakan GO punya kuasa walau warga sudah mengepung rumah kepala desa setempat.

Meski akhirnya penyekapan berakhir namun rasa trauma masih dirasakan oleh klien kami, Septi dan keluarga.

Masih dalam pertemuan tersebut, Septi menuturkan bahwa ia dijemput Go ke rumah dengan alasan bahwa suaminya Dedek Hardika ingin bertemu dan memberikan uang. Kemudian ia bersama ibunya langsung menuruti GO, namun bukannya ketemu suaminya namun ketiganya langsung disekap di dalam gubuk.

Meski berhasil kabur dan meminta perlindungan ke rumah Kades Tanjung Lenggang. Go berhasil menemui korban di rumah Kades tersebut, bahkan tak sampai disitu GO juga meminta kalau ketiganya bisa bebas harus membayar ganti rugi kerusakan alat berat yang dilakukan oleh suaminya.

Karena massa terlalu banyak akhirnya ketiga dilepas oleh GO Cs. Setelah massa bubar, namun beberapa warga masih tinggal di lokasi. Bukannya meminta maaf, GO bersama teman-temannya malah meminta warga untuk meminta maaf kepada mereka. Akibatnya warga menjadi emosi dan kemudian membakar gubuk dimana tempat si Ibu, Nenek dan Cucunya.

IKLAN ADS

Dalam kasus penyekapan ini sebanyak 12 orang telah ditahan Poldasu. Untuk kasus ini, Maswan mengatakan pihak menyayangkan penangkapan padahal orang tersebut yang berusaha menyelamatkan Septi dari penyekapan GO Cs.

Selain itu juga ke-12 orang ini dipanggil untuk bersaksi atas Septi akan tetapi dijadikan tersangka. Sementara Septi sendiri pun tidak pernah membuat pengaduan atas ke-12 orang tersebut.

Tokoh Adat Raja Langkat, Tengku Chandra saat ditemui di LBH Medan, mendampingi Septi menyatakan bahwa perbuatan ini sudah berlangsung 13 tahun lamanya. GO bukan warga desa setempat, namun anehnya setiap ada korban yang melapor ke polisi langsung mendapat intimidasi dari kelompok GO.

Chandra pun menuturkan wajar saja kalau korban tidak dikasih keluar dari rumah kades. Sebab Kadesnya dulu juga pernah mendapat intimidasi oleh pelaku. Bahkan mulut si Kades sempat disumpal kertas.

Kita berharap agar pelaku dihukum, sebab warga banyak yang meninggalkan kampung karena ulah pelaku yang meneror dan mengancam warga sekitar.

Sementara itu, Ustazah Bunda Roni, merasa prihatin meminta agar ibi-ibu di Sumatera Utara, agar mendukung dan melindungi si Septi. 

Ini kasus yang luar biasa di zaman sekarang, ada preman yang leluasa berbuat sesuka hatinya. 

“Kita minta pelaku dihukum berat, kasus ini sangat tidak manusiawi termasuk melakukan penyekapan yang melibatkan bayi berusia 45 hari,” ucapnya.

 

(MU-06)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

8 Kali Berhasil Antar Narkoba, Kurir Sabu 1,7 Kg Mulai Diadili

HUKUM

Jadi Kurir Sabu 8,62 Gram, Warga Medan Selayang Dituntut 9 Tahun Penjara

HUKUM

Jaksa Tolak Eksepsi Febi Terdakwa Kasus Pencemaran Tagih Hutang Melalui IG 

HUKUM

Komjen Pol Gatot Eddy Pramono Resmi Dilantik Jadi Wakapolri

HUKUM

Kasus Penipuan Jual-Beli Udang 10 Ton, Warga Batam Ini Dihukum 3 Tahun Bui

HUKUM

Jadi Perantara Jual Beli Sabu, Buruh Bangunan Ini Divonis 6 Tahun 8 Bulan Penjara

HUKUM

Dua Pelaku Penyerangan Novel Dipindahkan ke Bareskrim

HUKUM

Diancam Dibunuh Pakai Pistol, Wartawan di Aceh Lapor Polisi