Home / HUKUM / KORUPSI

Senin, 20 Januari 2020 - 21:29 WIB

Korupsi ADD Rp747,5 Juta, Kades Mengaku Tanggung Jawab dan Tidak Punya Rumah Lagi

MediaUtama | Medan – Perkara dugaan korupsi Rp747,5 juta oknum Kades Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Darma Suardi (46) dan Bendahara M Noor (berkas perkara terpisah) terkait penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) TA 2017, Senin (20/01/2020) kembali dilanjutkan di ruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor Medan.

Kedua terdakwa secara bergantian didengarkan keterangannya sebagai saksi (saksi mahkota). Terungkap di persidangan, oknum kades mengaku bertanggung-jawab atas seluruh penggunaan dana desa yang baru dicairkan mereka cairkan (bersama terdakwa Darma Suardi) dari Bank Sumut.

“Saya sama sekali tidak tahu pak ke mana saja dana desa yang sudah kami cairkan ke bank dipergunakan.  Setelah cair uangnya diminta sama kades dan saya serahkan,” urai saksi M Noor menjawab pertanyaan tim JPU dari Kejari Serdang Bedagai (Sergai) dimotori Tulus.

Saksi juga mengakui pernah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) tentang tupoksinya sebagai Bendahara Desa, namun dalam pelaksanaannya, saksi mengaku tidak berdaya. Hanya ikut perintah terdakwa kades, selaku atasannya langsung.

Pelaksanaan di lapangan, terdakwa  kades yang menentukan besaran uang yang akan dicairkan, meneken berkas pengajuan pencairan dana ke Bank Sumut, stempel desa dan menyerahkan dananya kepada terdakwa.

Terdakwa kades yang meneruskan informasi dari Pemkab Sergai menyebutkan bahwa dana desa sudah masuk ke rekening kades. Saksi kemudian diminta bersama-sama ke bank untuk mencairkan dananya. Pencairan I Rp258 juta pengaspalan jalan di Dusun 3. Yang menentukan berapa jumlah yang akan dicairkan. Kades.

M Noor mengaku sempat mempertanyakan tentang pertanggungjawaban hukumnya ke depan.

“Saya yang ambil alih dan saya yang bertanggung-jawab,” katanya menirukan ucapan terdakwa. Dia (terdakwa, red) juga ada membuat surat pernyataan akan bertanggung-jawab. Akhirnya semua uang yang baru dicairkan kemudian diserahkannya kepada terdakwa Darma Suardi.

Tidak Ada Terima

Menjawab pertanyaan majelis hakim diketuai Aswardi Idris, saksi mengaku tidak mendapatkan uang apapun selama pencairan ADD tersebut. Mulai dari pencairan I Rp258 juta untuk pengerjaan pengaspalan jalan di Dusun 3. Yang menentukan berapa jumlah yang akan dicairkan Kades. 

Ketika tim JPU menanyakan tentang penggunaan dana bantuan (pinjaman) Bumdes TEGAR sebesar Rp382 juta (kwitansi dan Berita Acara Serah Terima / BAST dibuat dan ditandatangani serta distempel sendiri oleh terdakwa Darma Suardi, red) saksi menimpali, tidak tahu menahu karena tidak pernah dilibatkan.

IKLAN ADS

Mengaku Tanggung Jawab

Sementara saksi Darma Suardi dengan terdakwa mantan bendaharanya M Noor mengakui dirinya yang bertanggung-jawab. Saksi juga mengaku bahwa dirinya pernah membubuhkan tanda tangan seolah terdakwa selaku bendahara yang menandatangani permohonan pencairan ADD.

Seingatnya ada 6 kali pencairan ke bank senilai Rp1.038.000.000. Namun saksi mengaku lupa pencairan ke berapa dia memalsukan tanda tangan terdakwa M Noor. 

Darma juga mengakui, semestinya Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dilibatkan dalam penggunaan ADD tersebut. Namun dalam prakteknya dirinya yang menentukan segala sesuatunya. 

Tidak Punya Rumah 

Menjawab pertanyaan hakim ketua, ADD diantaranya digunakan untuk keperluan pribadi seperti membayar utang.  Saksi juga mengaku telah ditipu oknum rekanan. Sesuai pembicaraan rekanan akan menyelesaikan pekerjaan pembangunan jalan hingga tuntas (gelar aspal curah).

Namun faktanya si oknum rekanan kabur entah ke mana dan tidak bisa lagi dihubungi. Pekerjaan hanya sampai menggelar batu. Ketika itu pembayaran pekerjaan Rp150 juta pakai kwitansi.

Sementara menjawab pertanyaan tim penasihat hukumnya (ph) untuk mencari dokumen berupa kwitansi lainnya untuk diperlihatkan di persidangan, saksi menimpali, sudah tidak punya rumah lagi setelah ‘dipecat’ dari kades. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda penyampaian materi tuntutan kedua terdakwa.

Usai persidangan JPU Tulus menegaskan. terdakwa M Noor dijerat pidana memperkaya orang lain. Sedangkan terdakwa Darma Suardi dijerat pidana memperkaya diri sendiri. 

 

(MU-06)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Nyambi Jadi Kurir Sabu, Pedagang Sop Kambing Ini Divonis 8 Tahun Bui

HUKUM

Bandar Sabu Kota Medan, Zakir Husin Divonis 15 Tahun Penjara

HUKUM

Kurir 99 Kg Sabu, Hasanuddin Divonis Hukuman Mati 

HUKUM

Bocah 4 Tahun di Humbahas Ditemukan Tewas Mengenaskan, Orangtuanya Kritis

HUKUM

Terdakwa Kasus ITE Rugi Rp580 Juta, Saksi Ahli: Postingan Bukan Bentuk Penghinaan Jika Dapat Dibuktikan

HUKUM

Tawarkan PSK Lewat WhatsApp, Mucikari di Medan Divonis 6 Tahun 3 Bulan Penjara

HUKUM

KPK-Kejari Dairi Tetapkan Anggota DPRD Sumut Tersangka Korupsi Cetak Sawah 

BERITA UTAMA

OTT: Pegawai PDAM Tirtalihou Resmi Tersangka, Dirut Dibidik