Home / SEKITAR KITA / SUMUT

Kamis, 23 Januari 2020 - 22:07 WIB

Buruh di Sumut Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Cipta Tenaga Kerja

MediaUtama | Medan – Massa yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APBD-SU) berunjuk rasa di Kantor DPRD Sumatera Utara, Kamis (23/01/2020). Aksi turun ke jalan ini sebagai bentuk penolakan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Massa buruh melakukan berorasi, keberadaan RUU ini bertolak belakang dengan tujuan hukum Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Tak hanya itu, Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dinilai akan mereduksi (mengurangi/memotong) hak-hak pekerja.

“APBD-SU yang tergabung dari 14 elemen menyatakan sikap kembali, bahwa kami hari ini menyatakan menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dengan alasan apapun,” tegas Rintang Berutu SH Ketua Umum Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) Merdeka. Kamis (23/01/2020) didepan Gedung DPRD Sumatera Utara.

Lanjut dikatakan, Ketua Umum SBMI Merdeka, bahwa kami hari ini dan seterusnya akan turun ke jalan untuk menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Baca Juga : 

Dinilai Rugikan Pihak Buruh, APBD-SU Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Ini Kata Ketua Umum SBMI Merdeka

IKLAN ADS

“Keberadaan Omnibus Law malah akan membuat tenaga kerja asing semakin bebas bekerja di Indonesia,” kata Rintang Berutu SH.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris DPW FSPMI KSPI Sumut, Tonny Erikson Silalahi bahwa Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja ini dimaksudkan pemerintah untuk mempermudah investor masuk ke Indonesia. Namun dalam RUU ini, ada sejumlah aturan yang dihapus dalam UU Ketenagakerjaan.

“Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, tenaga kerja asing masuk ke Indonesia harus memiliki skill dan mampu berbahasa Indonesia. Dan ini yang mau dihapus,” katanya.

Tony menyampaikan bahwa investasi seharusnya mampu memberi kesejahteraan kepada rakyat dan pekerja di seluruh Indonesia.

“Namun kalau investasi yang ada malah memiskinkan rakyat, khususnya para pekerja buruh. Maka kami tolak investasi masuk ke Indonesia,” katanya.

(MU/Red)

Share :

Baca Juga

SEKITAR KITA

Peduli dengan Sesama, Kabaharkam Polri Bantu Penderita Kanker Payudara di Percut Sei Tuan

SEKITAR KITA

Keluarga Besar Pendawa Medan Sunggal Gelar Suroan

BERITA UTAMA

Cuaca Buruk, Kontingen Wing Chun Sumut Kalah sebelum Bertanding

BERITA UTAMA

FORMAKSIS: Wali Kota ke Cina Pengen Sembuh, Sekda jangan Lagi Berleha-leha!

SEKITAR KITA

Cara Unik Ketum dan Sekum Re-Born Menyalurkan Sembako Agar Tepat Sasaran

BERITA UTAMA

Elka Nanda Shah: Jangan Impor Tenaga Kerja ke Sei Mangke

SEKITAR KITA

Berantas Korupsi, Polda Sumut Gelar Rakor Sinergitas Bersama KPK RI

BERITA UTAMA

Menyambangi Janda Tua di Rumah Tak Layak Huni