Home / HUKUM / KORUPSI

Kamis, 23 Januari 2020 - 23:14 WIB

Soal Permintaan Uang, Isa Akui Tak Pernah Ditelepon Walikota 

MediaUtama | Medan – Mantan Kadis PUPR Isa Ansyari mengaku bahwa ada pemberian uang Rp530 juta kepada Kasubag Protokoler Pemko Medan, Syamsul Fitri. Pemberian itu dikarenakan adanya telepon dari Syamsul agar ia berpartisipasi karena Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin melaksanakan perjalanan keluar dinas.

Hal ini disampaikan Isa dalam persidangan kasus suap Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin yang menjerat dirinya diruang cakra Utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis (23/01/2020).

Dalam sidang yang beragendakan keterangan terdakwa itu, Isa memang diminta untuk berpartisipasi membantu operasional perjalanan dinas walikota Medan.

Namun, Isa menyatakan bahwa ia juga tidak pernah menanyakan langsung kepada Walikota Medan Eldin saat itu. Bahkan diakui, Dzulmi Eldin sendiri pun tidak pernah menelpon soal permintaan uang.

Dari Rp530 juta yang diberikan terdiri beberapa kali pemberian yakni Rp20 juta sebanyak empat kali sedangkan untuk perjalanan sebanyak Rp450 juta dengan dua kali transfer Rp200 juta sebanyak dua kali dan cash Rp50 juta langsung kepada Andika.

“Dan yang terakhir sama Andika itulah, ia kena OTT oleh KPK,” sebut Isa.

Diakuinya ia memang merasa keberatan atas permintaan tersebut, namun yang nama loyalitas tetap memberikannya. Bahkan ia merasa sungkan bila menanyakan langsung kepada Walikota Medan soal tersebut. Ia khawatir ada ketersingungan pimpinan bila menanyakan hal tersebut.

Baca Juga : 

Korupsi ADD Rp747,5 Juta, Kades Mengaku Tanggung Jawab dan Tidak Punya Rumah Lagi

Kasus OTT Walikota Medan, PH: Pihak yang Ikut Serta Semestinya Dimintai Pertanggungjawaban Pidana

Ia juga meluruskan soal ada kaitan teman Walikota Medan, Ayen yang dapat proyek tanpa melalui lelang atau Tender. Memang pihaknya pernah didatangi oleh Ayen untuk belajar tender, namun ia menyebutkan kalau mau ikut silahkan saja.

IKLAN ADS

Mendengar itu, Ayen menyebutkan yang ikut tender adalah temannya I Ketut. Nah diakui juga meski tidak memakai nama perusahaan milik I Ketut dan memimjam perusahaan orang lain karena tidak sesuai klasifikasinya. 

Namun bukan berarti tidak mengikuti dan tetap harus mengikuti tender tersebut, dimana saat itu sesuai hasil penilaian tim lelang berhasil memenangkan karena sesuai persyaratannya.

Sebelumnya persidangan kasus OTT suap Walikota Medan, dalam keterangan kesaksiannya Kabag umum Pemkot Andi membenarkan bahwa Syamsul menelpon soal kekurangan pembayaran uang perjalanan dinas tapi yang disampaikan Syamsul sekitar Rp500 juta dan bukan Rp900 juta.

Seperti yang disampaikan Syamsul pada waktu itu kepada dirinya, “Bang uang perjalanan Walikota Medan kurang Rp500 juta, jadi bagaimana kalau kita koordinasi dengan para kadis-kadis?,” ucap Andi menirukan apa yang disampaikan kepada dirinya.

Mendengar itu, Andi pun meminta agar syamsul berkoordinasi terlebih dahulu dan jangan sampai mendahului.

Kemudian Syamsul mengatakan bahwa Eldin setuju, sembari mengatakan kalau waktu itu Eldin mengisyaratkan sembari menganggukan kepalanya.

Tapi andi menyatakan ia pun tidak mengetahui apa maksudnya dengan anggukan kepala tersebut.

Ia juga mengatakan setiap perjalanan Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin ada memberikan uang dalam tas. Dan selama yang ia ketahui uang tersebut pernah disiapkan untuk setiap perjalanan.

Nah soal permintaan ke kadis-kadis ia mengatakan tidak mengetahui dan selama ini pun ia tidak mengetahuinya.

 

(MU-06)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Kakak Beradik Jadi Pelaku Bom Paskah di Sri Lanka, Ayahnya Kaya-raya

HUKUM

H. Sulaiman Akan Tuntut Balik Media yang Mencemarkan Nama Baiknya

HUKUM

Ayah Pembunuh Dua Anak Tirinya di Medan Pasrah Jika Dihukum Mati 

HUKUM

Bunuh Paman, Warga Medan Polonia Dituntut 5 Tahun Penjara

BERITA UTAMA

Berkekuatan Hukum Tetap, KPK Eksekusi Samsul Fitri ke Rutan Tanjung Gusta

HUKUM

Bawa Daun Khat 7,9 Kg WN Ethiopia Dihukum 10 Tahun Penjara

HUKUM

Gempur Basis Narkoba, Sabhara Polrestabes Medan Amankan 13 Orang

HUKUM

Polsek Medan Area Ringkus Seorang Pelaku Curanmor dan 3 Pelaku Penadah Motor