Home / HUKUM

Selasa, 28 Januari 2020 - 23:50 WIB

Tiga Kurir 170 Kg Ganja Asal Aceh Lolos dari Hukuman Mati

MediaUtama | Medan – Tiga kurir ganja seberat 170 kg yakni Boi Haky alias Boi (35), Darman Bustaman (34) dan Mukhlis (30) lolos dari hukuman mati.

Ketiga warga asal Aceh tersebut divonis hukuman seumur hidup oleh majelis hakim yang diketuai Irwan Effendi SH MH.

Majelis Hakim tidak sependapat dengan tuntutan JPU Septebrina Silaban dengan hukuman mati.  

“Menjatuhkan hukuman kepada ketiga terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup,” tegas majelis hakim Irwan Effendi di ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan. Selasa (28/01/2020).

Ketua Majelis Hakim, Irwan Effendi menyebutkan bahwa ketiganya melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam amar putusan majelis hakim, hal yang meringankan karena ketiga terdakwa belum pernah dihukum dan berterus terang selama persidangan. Serta tidak berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan menyesali perbuatannya. 

“Sedangkan hal yang memberatkan ketiga terdakwa, perbuatan ketiganya bisa merusak para generasi muda dengan barang bukti yang sangat banyak. Ketiga terdakwa juga tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika,” ucap majelis hakim Irwan Effendi.

Sementara itu, di luar Persidangan Boi yang tampak berjalan menggunakan tongkat karena kakinya ditembak tersebut tampak bahagia, wajahnya terlihat tersenyum didampingi kedua orang tuanya. 

“Alhamdulillah bisa lepas dari hukuman mati, bersyukur dengan keadaan begini, masih bisa mengurus anak-anak lagi,” tuturnya. 

Hal yang sama juga dikatakan terdakwa lainnya Mukhlis,  ia mengaku senang bisa lepas dari hukuman mati. 

“Ya pastinya bahagia bisa lepas dari hukuman mati, ya menyesallah bang, habis ini enggak mau lagi jadi kurir lagi,” tuturnya.

Sebelumnya JPU Septebrina Silaban menuntut ketiganya dengan hukuman mati. 

Saat dikonfirmasi, JPU Septebrina menegaskan dirinya akan banding dengan putusan tersebut. 

IKLAN ADS
Baca Juga :  Hakim Mery Donna Tiur Pasaribu Dinilai 'Kepanasan', Hardik Wartawan Saat Meliput Persidangan

“Kita pasti akan banding, apapun ceritanya, segera kita masukkan berkasnya,” tegasnya.

Sementara itu, penasihat hukum (ph) ketiga terdakwa dari LBH Menara Keadilan, Sri Wahyuni SH menyebutkan bahwa pihaknya bersyukur bahwa Majelis Hakim mempertimbangkan nota pembelaannya. 

“Kita merasa senang karena nota pembelaan kita dipertimbangkan Hakim, karena mereka kan hanya perantara yang dimanfaatkan segelintir orang untuk melakukan aksinya. Mereka ini tidak tahu apa dampak yang dilakukan,” jelasnya. 

Sebelumnya dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Septebrina Silaban SH mengatakan terdakwa Mukhlis bersama Darman Bustaman dan Boy Haki (berkas terpisah) pada Rabu 15 Mei 2019 merencanakan pengiriman sabu dari Aceh ke Medan, di sebuah warung kopi di Jalan Simpang Matang Samalanga Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen.

Baca Juga : 

Dua Terdakwa Kurir 170 Kg Ganja Dituntut Hukuman Mati  

Dituntut Mati, Boi Menangis Minta Keringanan Hukuman

“Saat di warung Darman mengajak Mukhlis untuk ikut ke Medan mengawal orang yang membawa ganja kering. Saat itu terdakwa Mukhlis menyetujuinya. Mereka kemudian sepakat bertemu di Kampung Cet Sireuen,” kata Jaksa Septebrina Silaban.

Dengan menggunakan mobil minibus, terdakwa Darman datang menjemput Mukhlis. Saat itu, daun ganja yang sudah dibawa, bukan di dalam mobil mereka, melainkan di dalam mobil lain yang ikut bersamaan menuju Medan. Namun, saat diperjalanan menuju ke Medan, mobil mereka dirazia. Darman menghubungi temannya yang membawa ganja di mobil belakang agar sementara tidak melanjutkan perjalanan.

“Setelah aman, Darman menyuruh temannya yang tidak terdakwa kenali untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Medan dengan meyakinkan bahwa razia sudah tidak ada lagi di depan Polsek Gebang,” urai jaksa.

Sesampainya di Medan pada 16 Mei 2019, terdakwa Darman menuju persimpangan Jalan Bunga Raya, Medan Sunggal. Namun saat itu tiba tiba mobil yang dikemudikan oleh Darman diberhentikan polisi berpakaian preman dari Polda Sumut.

Namun saat diinterogasi polisi, Darman mengaku, ganja tersebut tidak ada dalam mobil yang ia bawa. Melainkan mobil minibus yang berwarna hitam yang dikemudikan rekan terdakwa.

“Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap mobil Avanza warna hitam tersebut, kemudian diberhentikan. Sewaktu diperiksa di dalam mobil didapat terdakwa Boi Haky dan ditemukan 5 karung goni berisi 170 bal daun ganja kering seberat 170 kg,” ujar JPU Septebrina.

 

Baca Juga :  Kejatisu Tahan Eks Kakanwil Kemenag Sumut Terkait Kasus Jual-Beli Jabatan

(MU-06)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Kasus Kejahatan Sindikat Mafia Narkoba internasional Kembali Di Gelar dipengadilan Negeri Bireuen.

HUKUM

Empat Tersangka Kasus Perjudian Ditangkap Polres Sergai

HUKUM

Kasus Penipuan 35 SHGB, Hakim Sebut Penyidik Bisa Mendalami Dugaan Keterlibatan Para Komisi Bank BTN Cabang Medan

HUKUM

Fakta Baru Misteri Kematian Hakim PN Medan

HUKUM

Coba Lari dari Sergapan BNN, Pengendali Sabu Tewas-Istri Luka Tembak

BERITA UTAMA

Empat Terdakwa Pencuri Uang Pemprov Sumut Dituntut Bervariasi

HUKUM

Kantongi Sabu, 3 Pemuda Diringkus Polsek Medan Kota

HUKUM

Aktivitas Cafe 77 Sepi Pasca Digerebek