Home / HUKUM

Rabu, 29 Januari 2020 - 13:36 WIB

Dakwaan Dinilai Kabur, Pengacara Minta Hakim Hentikan Perkara Kliennya

MediaUtama | Medan – Penasihat Hukum AML (22) terdakwa kasus dugaan penggelapan dan atau penipuan menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Risnawati Ginting, SH kabur, keliru dan tidak lengkap. Dan Pengadilan Negeri Medan tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini dengan alasan locus delicti serta alamat saksi berada di wilayah hukum Pengadilan Negeri Lubuk Pakam.

Oleh karena itu, Arlius Zebua SH, MH penasihat hukum terdakwa meminta Majelis Hakim agar membatalkan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum Nomor Reg Perkara:  PDM 983/Eoh.2/12/2019 dan menghentikan sidang pemeriksaan perkara pidana terhadap kliennya.

“Majelis hakim yang terhormat agar berkenan mempertimbangkan dan memutuskan dengan menyatakan surat dakwaan penuntut umum batal demi hukum dan menghentikan perkara pidana No: 3737/Pid.B/2019/PN Mdn atas nama terdakwa AML dan membebankan biaya perkara ini menurut hukum,” kata Arlius Zebua SH, MH saat membacakan keberatan (eksepsi) atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan. Selasa (28/01/2020).

Dalam perkara tersebut, Jaksa Penuntut Umum mendakwa AML dengan pasal 372 KUHPidana sub 378 KUHPidana.

Kuasa Hukum Terdakwa juga menegaskan  bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Risnawati Br. Ginting, SH keliru dalam merumuskan pasal tindak pidana yang didakwakan terhadap kliennya.

“Surat dakwaan penuntut umum tidak diuraikan secara cermat, jelas dan lengkap sebagaimana tertuang dalam pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP mengenai tindak pidana dengan menyebutkan waktu (tempus delicti) dan tempat (lokus delicti) tindak pidana dilakukan,” ucap Arlius di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Gosen Butar-Butar, SH, MH.

Selain itu, Arlius Zebua,SH, MH juga menegaskan bahwa hubungan hukum antara saksi korban Yusniati Zai dengan kliennya bukan tindak pidana tetapi murni hubungan keperdataan, bukti penerimaan keuntungan atas bisnis tersebut ada dan bukti-bukti itu sudah kita ajukan sebagai bukti permulaan kepada Majelis Hakim untuk meneguhkan eksepsi kami.

Baca Juga : 

Lantarkan Istri Selama 3 Tahun, Kabid PPKB Medan Dituntut 20 Bulan Penjara

IKLAN ADS
Baca Juga :  Nekat Jadi Kurir 41 Kg Ganja, Pria Paruh Baya Asal Aceh Divonis 15 Tahun Bui

Tiga Kurir 170 Kg Ganja Asal Aceh Lolos dari Hukuman Mati

“Semoga Hakim menjadikan bukti tersebut sebagai pertimbangan atas dalil-dalil eksepsi yang sudah kami bacakan dalam persidangan. Dan sesuai pasal 143 ayat (3) KUHAPidana menyatakan surat dakwaan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana ayat (2) huruf b: batal demi hukum,” tegas Arlius Zebua SH, MH.

Maka dari uraian alasan keberatan yang dikemukakan penasihat hukum terdakwa, penasehat hukum terdakwa meminta Majelis Hakim untuk menerima dan mengabulkan eksepsinya, dan menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum batal demi hukum.

Selain itu, Kuasa Hukum Terdakwa juga meminta Kepada Majelis Hakim  untuk memerintahkan Kejaksaan Negeri Medan atau yang punya kewenangan atas penahanan terhadap kliennya sejak  pembacaan Putusan atas nota keberatan (eksepsi) ini mengeluarkan kliennya dari tahanan tanpa syarat. 

Setelah mendengarkan eksepsi dari penasehat hukum Arlius Zebua SH, MH, Ketua Majelis Hakim yang diketuai oleh Gosen Butar-Butar, SH MH menerima bukti permulaan yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa dan menunda sidang pekan depan dengan agenda tanggapan atas eksepsi dari penasehat hukum terdakwa.

Sementara itu, di luar persidangan Arlius Zebua SH, MH mengatakan bahwa sepenuhnya ia mendukung JPU dalam penegakkan hukum.

“Saya sebagai penasihat hukum terdakwa menyarankan agar JPU sebaiknya dalam proses penyidikan memperhatikan, mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan oleh klien kami jangan malah diabaikan, sehingga tidak keliru dalam merumuskan dan menetapkan seseorang sebagai tersangka atau terdakwa, menurutnya, saran tersebut agar terhindar dari tindakan kesewenang-wenangan,” ucapnya.

Lanjut dikatakan Arlius, “Ini malah JPU menyampaikan kepada klien kami dengan mengatakan sampaikan saja bukti-bukti yang kamu punya di persidangan,” kata Arlius Zebua, SH, MH menirukan ucapan JPU Risnawati Ginting, SH saat melontarkan kepada kliennya di ruangan tahap II di Kejaksaan Negeri Medan.Dakwaan Kabur, Pengacara Minta Hakim Hentikan Perkara Kliennya.

(MU-06)

Baca Juga :  Saksi Tidak Hadir, Sidang Terdakwa Marianty Ditunda Hingga Kamis Mendatang

Share :

Baca Juga

HUKUM

Kejatisu Amankan Oknum PNS Tersangka Korupsi Pengadaan Kapal Laut di Jalan Timor Medan

BERITA UTAMA

Kasus Tagih Utang Via Instagram, Heri Benarkan Transfer Uang Rp70 Juta Kepada Kombes Pol Ilsarudin

BERITA UTAMA

Seorang Wanita Muda Ditemukan Tewas Mengenaskan di Komplek Cemara Asri

HUKUM

Suap Bupati Pakpak Bharat, 2 Rekanan dan 1 ASN Dituntut Masing-Masing 2 Tahun Penjara

HUKUM

Jaksa Tolak Eksepsi Febi Terdakwa Kasus Pencemaran Tagih Hutang Melalui IG 

HUKUM

Jual Sabu Kepada Polisi yang Menyamar, Kurir Sabu 5 Kg Mengaku Menyesal

HUKUM

Kasus Penyekapan Ibu dan Anak, LBH Medan Minta Pelaku Dihukum Berat

BERITA UTAMA

PN Kisaran Membebaskan Terdakwa Sulaiman Dari Tuntutan JPU