Home / HUKUM

Rabu, 29 Januari 2020 - 09:48 WIB

Lantarkan Istri Selama 3 Tahun, Kabid PPKB Medan Dituntut 20 Bulan Penjara

MediaUtama | Medan – Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Pemko Medan, Dr. Iman Surya dituntun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulfia selama 1 tahun 8 bulan penjara

Terdakwa Dr. Iman dinyatakan bersalah, melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang menelantarkan istrinya selama 3 tahun.

Dalam nota tuntutannya, terdakwa Dr Iman terbukti melanggar Pasal 49 huruf (a) UU RI No 23 tahun 2004 Tentang Penghapusan KDRT.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa Dr Iman Surya selama 1 tahun 8 bulan penjara,” ucap Jaksa Nurhayati Ulfia, di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (28/01/2020).

Dalam pertimbangan JPU, hal yang memberatkan terdakwa karena telah merugikan korban dan terdakwa merupakan PNS.

“Sedangkan hal yang meringankan terdakwa karena belum pernah dihukum,” ucap JPU Nurhayati Ulfia.

Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa Dr. Iman melalui penasihat hukumnya Ismail SH mengatakan akan menuangkan pada nota pembelaan minggu depan.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik SH MH, menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Baca Juga : 

IKLAN ADS

Terungkap di Persidangan, Kabid PPKB Pemko Medan Terlantarkan Istri Karena Wanita Selingkuhan

Tiga Kurir 170 Kg Ganja Asal Aceh Lolos dari Hukuman Mati

Sementara mengutip dari dakwaan JPU Nurhayati Ulfia kasus berawal pada 10 Juli 2010, saksi korban menikah dengan terdakwa dan menetap di Jalan STM Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor. Selama perkawinannya dengan terdakwa, saksi korban Tapi Sari Nasution belum dikaruniai anak.

Selama berumah tangga, semua kebutuhan dipenuhi oleh terdakwa yang bertanggung-jawab penuh memenuhi lahir dan batin saksi korban.

Kemudian, terdakwa juga memenuhi uang belanja sejak menikah sampai tahun 2012, kepada saksi korban sebesar Rp2,5 juta per bulan.

Dan sekira tahun 2013-2014, terdakwa masih memberikan uang belanja kepada saksi korban sebesar Rp3,7-4,8 juta.

Serta pada awal tahun 2015 sampai dengan Juli 2016, terdakwa memberikan uang rutin saksi korban sebesar Rp4,2 juta.

Kemudian pada Desember 2015, terdakwa meninggalkan rumah, namun terdakwa masih memberikan nafkah kepada saksi korban sebesar Rp4,2 juta. Setelah itu, terdakwa tidak sudah pernah memberikan nafkah kepada saksi korban.

 

(MU-06)

Share :

Baca Juga

BERITA UTAMA

Seragam Dinas Brigadir Angga Berlumur Darah, Senjata Api Dijarah

HUKUM

5 Kali Beraksi, Pelaku Pembobol Ruko Ditembak Polsek Medan Area

HUKUM

Kasus OTT Eldin, KPK Hadirkan Sekda Pemko Medan di Persidangan

HUKUM

60 Gabungan Personil Polri Gelar Operasi Pemberantasan dan Pemusnahan Ladang Ganja di Wilkum Polres Madina

HUKUM

Gara-gara Sabu dan Ekstasi, Pasangan Sejoli Ini Habiskan Waktunya 10 Tahun di Penjara 

HUKUM

Terkait SPDP Oknum Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Aspidum:  Kami Belum Terima 

HUKUM

Tak Butuh Waktu Lama, Polsek Medan Baru Ringkus Pelaku Pembunuhan Wanita di Kosan

HUKUM

Polisi Amankan Pelaku Perobek Al Quran di Medan