Home / HUKUM / KORUPSI

Kamis, 30 Januari 2020 - 03:53 WIB

Setahun Buron, Kejatisu Amankan Direktur MMC di Jakarta

MediaUtama | Medan – Taufik (36) selaku Direktur Mitra Multi Communication (MMC)  yang berkantor Jalan Gagak, Kalideres, Kota Jakarta Barat berhasil diamankan Tim Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) pada hari Rabu (29/01/2020) sekitar pukul 12.15 WIB, setelah setahun menjadi buron.

Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian mengatakan tersangka berhasil dibekuk ketika keluar dari salah satu perusahaan di bilangan Jalan Petojo Jakarta Pusat.

Penangkapan Taufik menyusul keluarnya Surat Perintah Penangkapan (SPP) Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nomor: Print-1/L2/Fd.1/01/2020 tanggal 29 Januari 2020.

“Penangkapan tersangka hasil koordinasi Kejatisu bersama tim dari Kejaksaan Agung dan Kejari Jakarta Pusat. Tidak ada perlawanan ketika tim kita membekuk tersangka,” ujarnya kepada wartawan. Kamis (30/1/2020) dini hari di Kantor Jalan AH Nasution.

Taufik kemudian diberangkatkan dengan pesawat dari Bandara Soetta ke Bandara Internasional Kuala Namu selanjutnya dibawa ke gedung Kejatisu.

Sementara itu, Informasi lainnya yang dihimpun. setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dengan peserta dari 25 Kabupaten/Kota di Sumut dengan pagu anggaran Rp41.809.700.000. Dana Dekonsentrasi bersumber dari P-APBN dan PT MMC selaku salah satu rekanan pemenang tender paket di Zona 3.

“Tersangka sempat buron ke kampung halamannya di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setahun bersembunyi, tersangka kemudian berpindah-pindah tinggal di Kota Jakarta Pusat. Tinggal dia (tersangka) yang diproses hukum. Tiga lainnya bahkan sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap, red),” urainya.

IKLAN ADS

Baca Juga : 

Kasus Dugaan Korupsi, Hakim ‘Lepas’ Mantan Plt Kadis Perkim Madina

Korupsi ADD Rp747,5 Juta, Kades Mengaku Tanggung Jawab dan Tidak Punya Rumah Lagi

Pekerjaan paket di Zona 3 terjadi diduga kuat terjadi praktik mark up untuk kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa TA 2015. Hasil audit akuntan publik, kerugian keuangan negara sebesar Rp 715.520.000.

Taufik dijerat pidana secara tanpa hak dan melawan hukum memperkaya diri sendiri, orang lain dan atau korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan (perekonomian) negara yakni pidana Pasal 2 dan 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pantauan awak media, usai melengkapi sejumlah berkas, dini hari itu juga tersangka Taufik dititipkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Gusta Medan dengan menggunakan mobil tahanan.

 

(MU-06

Share :

Baca Juga

KORUPSI

Terima ‘Uang Ketok’ Rp 400 Juta Hingga Rp 700 Juta dari Gatot, 14 Anggota DPRD Sumut Diadili 

KORUPSI

Korupsi Anggaran Desa, Mantan Kades Batu Sundung Dituntut 7 Tahun Penjara

HUKUM

Penebangan 6 Pohon Mahoni di SMPN 2 Jorlang Hataran, Formikom Minta Agar Ditindaklanjuti Secara Hukum 

HUKUM

Bunuh dan Buang Jasad Pria Mr X ke Sungai Denai, Toni Diadili di PN Medan

HUKUM

Terungkap, Ini Dia Identitas Dua Pelaku Curanmor Tewas Dihajar Massa di Tuasan

HUKUM

Terdakwa Bantah Pengakuan Saksi Terkait Kasus Penculikan

HUKUM

Karaoke Ditutup, Pemandu Lagu Ditangkap Jadi Pengedar Sabu

HUKUM

Nyambi Jadi Perantara Jual-Beli 5 Kg Sabu, Nelayan Asal Asahan Dituntut 20 Tahun Penjara