Home / HUKUM / KORUPSI

Senin, 10 Februari 2020 - 16:49 WIB

Suap Bupati Pakpak Bharat, Dua Kontraktor dan Seorang PNS Divonis 2 Tahun Penjara

MediaUtama | Medan –  Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman masing-masing 2 tahun penjara kepada tiga orang terdakwa dalam kasus suap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu.

Ketiga terdakwa yakni, Anwar Fuseng Padang (40) Wakil Direktur CV Wendy serta pengusaha Dilon Bancin. Sedangkan seorang lagi yakni Gugung Banurea, PNS Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pakpak Bharat.

Vonis terhadap ketiganya dibacakan secara terpisah oleh majelis hakim yang diketuai Azwardi Idris SH, Senin (10/02/2020) di ruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan.

“Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut sebagaimana dakwaan primer,” sebut Azwardi Idris. 

Selain itu, majelis hakim juga membebani ketiga terdakwa dengan uang denda masing-masing sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Putusan ini sama dengan tuntutan yang diajukan oleh Penuntut Umum KPK. Bedanya JPU KPK sebelumnya memberikan hukuman Subsider 6 bulan kurungan.

Perbedaannya dihukuman pengganti kurungan badan, sebelumnya Penuntut Umum KPK meminta jika tidak menyanggupi membayar denda sebesar Rp100 juta diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

Sementara itu, ketiga terdakwa menyikapi putusan majelis hakim, masing-masing pihak sepakat menyatakan pikir-pikir.

IKLAN ADS

Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ikhsan Fernandi Z disebutkan ketiga terdakwa telah melakukan perbuatan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Anwar disebutkan telah memberi Rp300 juta kepada Remigo melalui Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali dan orang kepercayaannya, Hendriko Sembiring. Sementara Dilon dan Gugung didakwa memberikan Rp720 juta.

“Yaitu dengan maksud agar Remigo Yolando Berutu memberikan paket pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat,” kata Ikhsan.

Perkara ini merupakan kelanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Medan pada November 2018. Awalnya petugas KPK menangkap David yang membawa sebagian uang suap untuk diserahkan ke Remigo. Sang bupati bersama para tersangka lainnya, termasuk Anwar, Dilon, dan Gugung, kemudian diamankan dan ditahan.

Remigo sudah diadili dan dinyatakan bersalah menerima suap senilai Rp1,6 miliar. Dia dijatuhi hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp650 juta subsider 4 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian kepada negara cq Pemkab Pakpak Bharat sebesar Rp1,2 miliar.

Tak hanya hukuman penjara, hak politiknya juga dicabut. Dia tidak boleh dipilih sebagai pejabat publik atau memilih selama 4 tahun setelah menjalani pidana pokok.

 

(MU-06)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Hakim PN Medan Sependapat dengan Jaksa, Lima Kurir Sabu 56 Kg Divonis Mati

HUKUM

Pelaku Teror Bom Molotov Belum Terungkap, LBH Medan Desak Poldasu Ambil Alih

HUKUM

H. Sulaiman Akan Tuntut Balik Media yang Mencemarkan Nama Baiknya

HUKUM

Pengedar Sabu Asal Pantai Cermin Diringkus Satnarkoba Polres Sergai

HUKUM

Sebelum Ditangkap, Terdakwa Edi Anto Serahkan 327 Kg Ganja ke Oknum Polres Padangsidimpuan

KORUPSI

Eks Kantor Agro Madear Diduga Menjadi Azas Manfaat Oknum Tertentu Untuk Meraup Keuntungan

HUKUM

Dor! Polsek Kota Kisaran Tembak Tiga Pelaku Curanmor

HUKUM

Petugas KPPS Bunga Sampang Simalungun Tewas Tabrakan