Home / HUKUM

Selasa, 11 Februari 2020 - 22:53 WIB

Kasus Penganiayaan, Oknum Guru di Medan Dituntut 3 Tahun Penjara

MediaUtama | Medan – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan, Ucok Yoantha SH MH menuntut oknum guru Drs. Morina Br. Keliat terdakwa dalam kasus penganiayaan dengan hukuman selama 3 tahun penjara di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan. Selasa (11/02/2020).

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Morina Br. Keliat dengan hukuman 3 tahun penjara,” ucap JPU Ucok Yoantha SH MH di hadapan majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan SH.

JPU Ucok Yoantha menilai terdakwa Morina yang merupakan warga Jalan Bunga Ncole VIII, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan tersebut terbukti melanggar pasal 170 ayat (1) KUHPidana.

“Yakni dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang,” sebut JPU Ucok.

Dalam nota tuntutan JPU, hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mengakui perbuatannya, terdakwa belum melakukan perdamaian dengan korban. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa karena sudah berusia lanjut dan belum pernah di hukum.

Baca Juga : 

Perampok yang Aniaya Wanita Tionghoa di Mobil Pajero Divonis 4 Tahun Penjara

Residivis dan DPO Kasus Sabu, Pria Ini Diamankan Satres Narkoba Polres Madina

IKLAN ADS

Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa Morina melalui tim penasihat hukumnya dari kantor hukum Memori Keadilan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pekan depan.

Sementara itu mengutip dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ucok Yoantha SH  mengatakan kasus bermula pada Kamis (20/12/2018) sekitar pukul 22.00 WIB, terdakwa Morina bersama dengan Sherly Tarigan dan seorang perempuan lainnya. Saat itu saksi korban Nona Adelia Meliala sedang berdiri dan  terdakwa terdakwa bertanya kepada saksi korban Nona Adelia, “sini-sini kau dulu jangan kau lari, kau jelaskan dulu kenapa bisa kau bisa berdua di dalam mobil”.

“Kemudian saksi korban menjawab “Si Mario yang menawarkan diri bik, biar sama kami pulang melayat”. Lalu terdakwa dengan menggunakan tangannya langsung menampar pipi kanan dan pipi kiri dan menarik rambut saksi korban,” ucap JPU Ucok.

Selanjutnya Sherly Tarigan dan seorang perempuan lainnya juga langsung menampar pipi kanan dan pipi kiri beberapa kali dan menarik rambut saksi korban.

Lalu datang Andi Sitepu dengan mengendarai sepeda motor untuk membawa saksi korban pergi. Namun dilarang oleh terdakwa dengan berkata “jangan antar dia pulang bawa dia ke rumahku dulu, udah rusak mobilku dibuatnya”.

“Sesampainya di depan rumah terdakwa, terdakwa kembali memarahi saksi korban dengan berkata “kau pun kegatalan kali jadi perempuan kau paksa-paksa dia biar kalian sama pulang” lalu Sherly dan seorang perempuan lainnya kembali menampar pipi kanan dan pipi kiri saksi korban hingga saksi korban lari untuk menyelamatkan diri,” pungkas JPU Ucok.

(MU-06)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polsek Dolok Masihul Berhasil Ungkap Para Pelaku Curanmor, 1 Pelaku Ditembak

HUKUM

Melawan Saat Diamankan, Bandar Sabu Asal Celawan Pantai Cermin Ditembak Polisi

HUKUM

Dugaan Ijazah Palsu, Anggota DPRD Padangsidimpuan Dilaporkan ke Polda Sumut

HUKUM

Pak Kapoldasu, Kapan Pengelola Judi Marelan pasar 7 Ditangkapi?

HUKUM

Terbukti Lakukan Penggelapan Secara Bersama-sama, Dirut PT KAYA Divonis 28 Bulan Penjara

HUKUM

Kuasa Hukum Pastikan Zuraida Hanum Ambil Langkah Kasasi

HUKUM

Terbukti Bunuh Dua Anak Tiri, Kuli Bangunan di Medan Divonis 15 Tahun Bui

HUKUM

Curi Sepeda Motor Ibu Kandung, Warga Medan Marelan Jalani Sidang Perdana