Home / HUKUM

Kamis, 13 Februari 2020 - 13:36 WIB

Jadi Kurir Sabu 7 Kg, Warga Tanjung Balai dan Lampung Divonis 13 Tahun Penjara

MediaUtama | Medan – Tiga terdakwa kurir sabu seberat 7.159 gram divonis masing-masing 13 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan. Kamis (13/02/2020).

Ketiga terdakwa yakni Ahmad Rinaldi (29) warga Jalan Cendrawasih Gang Merpati, Kota Tanjung Balai, Sudiro alias Lelek (49) warga Jalan Dusun Rawo Tunggal Desa, Kecamatan Batanghari, Kabupaten  Lampung Timur dan Sarifuddin alias Aseng (40) warga Jalan Sei Buluh, Kota Tanjung Balai.

Ketua Majelis Hakim Abdul Kadir menilai ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan hukuman kepada ketiga terdakwa, Ahmad Rinaldi, Sudiro alias Lelek dan Sarifuddin alias Aseng dengan hukuman masing-masing 13 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan hukuman 3 bulan penjara,” ucap majelis hakim Abdul Kadir di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan.

Dalam nota putusan, majelis hakim mengatakan hal yang memberangkatkan ketiga terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam hal memberantas peredaran narkoba.

“Sedangkan hal yang meringankan ketiga terdakwa bersikap sopan selama di persidangan, masih memiliki tanggungan keluarga, dan belum pernah di hukum,” ucap hakim Abdul Kadir.

Atas putusan tersebut majelis hakim memberikan waktu sepekan kepada ketiga terdakwa serta JPU untuk menerima atau mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. 

Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU Ninik Khairani SH yang sebelumnya menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman 17 tahun penjara dan denda Rp1 miliar Subsider 6 bulan penjara.

Baca Juga :

Dituntut 12 Tahun Penjara, Pasutri Bandar Narkoba Langsung Nangis Minta Keringan

Kasus Penganiayaan, Oknum Guru di Medan Dituntut 3 Tahun Penjara

Usai persidangan, Agustin Silaen (29), istri salah satu dari terdakwa Ahmad Rinaldi menangis histeris tak kuasa melihat sang suami dihukum 13 tahun penjara.

IKLAN ADS

“Ya Allah. Kenapa bisa begini, suami saya tidak bersalah, suami saya tidak terlibat  membawa sabu dari tengah laut,” ucap Agustin sembari mengusap air mata dengan kedua telapak tangannya.

Sementara itu mengutip dakwaan JPU Ninik Khairani SH kasus bermula, Selasa 9 Juli 2019 sekira pukul 14.00 WIB, terdakwa Ahmad diajak Yahya Pulungan (DPO) berangkat bersama-sama menuju tengah laut Tanjung Balai menggunakan kapal boat untuk menjemput sabu-sabu.

Setelah sampai di tujuan tepatnya di tengah laut, terdakwa Ahmad dan Yahya (DPO) bertemu dengan orang akan menyerahkan sabu-sabu. Lalu terdakwa Ahmad dan Yahya menerima goni yang berisikan sabu-sabu sebanyak 8 bungkus.

“Selanjutnya, usai menerima sabu, terdakwa Ahmad dan Yahya  kembali menuju Kuala Bagandan sesampainya di Kuala Bagan terdakwa Sudiro datang menjemput sabu tersebut,” kata JPU Ninik.

Empat hari kemudian, petugas kepolisian Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat yang layak dipercaya bahwa terdakwa Ahmad bersama dengan Yahya (DPO) telah menerima sabu-sabu dari tengah Laut Tanjung Balai.

“Atas informasi itu, petugas langsung mendatangi terdakwa di Jalan S Parman, Kota Tanjung Balai dan berhasil melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan mengaku bahwa sabu-sabu yang telah terdakwa Ahmad ambil bersama dengan Yahya (DPO) telah diserahkan kepada terdakwa Sudiro dan sebagian lagi sudah diserahkan kepada terdakwa Sarifuddin,” ucap JPU Ninik.

Lanjut dikatakan JPU, Setelah menangkap terdakwa Ahmad, petugas mencari keberadaan terdakwa Sarifuddin dan berhasil melakukan penangkapan di Simpang Kawat Tanjung Balai dan terdakwa Sarifuddin mengakui bahwa sabu-sabu yang telah diterimanya untuk diantarkan tersebut telah dikembalikan atau diserahkan kembali kepada terdakwa Sudiro dikarenakan sabu sebanyak 3 bungkus tersebut kualitasnya tidak bagus.

“Mengetahui hal tersebut, lalu petugas melakukan pengejaran dan pencarian terhadap terdakwa Sudiro dan berhasil melakukan penangkapan di jalan Lintas Sumatera Kecamatan Air Batu, Kabupaten Tanjung Balai,” kata JPU.

Selanjutnya petugas bersama terdakwa Sudiro berangkat ke rumah Yahya (DPO) di Jalan Rel Kereta Api, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

“Saat tiba di lokasi yang dimaksud, petugas barang bukti 1 buah tas warna hitam yang didalamnya terdapat 5 bungkus plastic teh bertuliskan china yang berisikan sabu dan 3 bungkus aluminium foil yang berisikan sabu-sabu dengan berat keseluruhan seberat 7.159 gram,” kata JPU Ninik.

Kemudian petugas kepolisian membawa para terdakwa ke kantor Ditresnarkoba Polda Sumut dan melakukan penyitaan terhadap barang bukti tersebut.

 

(MU-06)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Sempat Tertunda Karena Sakit, Kurir  Sabu 17 Kg Akhirnya Dituntut Seumur Hidup

HUKUM

Korupsi Peningkatan Sarana Bandara Lasondre Rp14,75 Miliar Mulai Diadili

HUKUM

Saksi Ahli Sebut Tindak Pidana Penipuan Terdakwa Syamsuri Telah Terpenuhi

HUKUM

1.145 Tahanan Rutan Klas I Medan Tak Bisa Gunakan Hak Pilihnya di Pilkada 2020

HUKUM

3 Terdakwa Kasus Penganiayaan Tewaskan Abadi Bangun Divonis 20 Bulan Penjara

HUKUM

Bebas dari Penjara, Ahmad Dhani Naik Unimog Bareng Istri dan Ketiga Anaknya

HUKUM

Soal Skandal Jaksa JS, Aswas Kejati Riau Masih Bungkam

HUKUM

Polrestabes Medan Bekuk Kurir Sabu Jaringan Internasional