Home / NASIONAL

Rabu, 30 Desember 2020 - 14:25 WIB

Ini Alasan Pemerintah Jadikan FPI Organisasi Terlarang

Ket Foto : Front Pembela Islam. (INT)

Ket Foto : Front Pembela Islam. (INT)

MediaUtama | Jakarta – Pemerintah secara resmi melarang seluruh kegiatan Front Pembela Islam atau FPI. Selain itu, pemerintah juga akan menghentikan segala aktivitas yang digelar oleh FPI.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. Ia menuturkan, bahwa alasan keputusan pemerintah tersebut yakni karena organisasi yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab itu tidak memiliki kedudukan hukum.

Hal tersebut berdasarkan putusan MK Nomor 82/PUU-XI/2013 yang diteken pada 23 Desember 2014.

“Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa,” kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenko Polhukam, Rabu (30/12/2020).

IKLAN ADS

Mahfud juga mengatakan, bahwa FPI tidak lagi melakukan perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) kepada negara per Juni 2019.

Di samping itu, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga menyebut kalau FPI kerap melakukan pelanggaran selama berdiri sebagai organisasi massa.

“Tetapi sebagai organisasi, FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum seperti tindak kekerasan sweeping atau razia secara sepihak, provokasi dan sebagainya,” ungkapnya.

Keputusan tersebut disampaikan Mahfud usai melakukan rapat bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kepala BIN Budi Gunawan, Menkominfo Johnny G Plate, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Share :

Baca Juga

NASIONAL

Panas! 5 Fraksi DPR Tolak Klaster Tenaga Kerja di Omnibus Law

NASIONAL

Tito Tegur Pasha Soal Gaya Rambut Pirang: Pejabat Harus Jadi Contoh

NASIONAL

DPR Sahkan Omnibus Law Ciptaker, Warganet Gemakan Tagar #MosiTidakPercaya dan #DPRRIKhianatiRakyat

NASIONAL

Politikus Demokrat Serukan Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja

KRIMINAL

Besok, 8 Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung Bakal Jalani Pemeriksaan

NASIONAL

Mahfud MD: Saya Wong Ndeso di Madura, Tapi di Arab Saudi Dipanggil Habib Mahfud

KRIMINAL

Breaking News, Polisi Tetapkan Gisel Jadi Tersangka Kasus Video Porno

NASIONAL

Fedrik Adhar, JPU yang Tangani Kasus Novel Baswedan Meninggal Dunia