Home / KRIMINAL

Minggu, 18 April 2021 - 21:17 WIB

Polisi Pulangkan 11 Remaja Perempuan Terlibat Prostitusi Online via MiChat ke Orangtua 

MediaUtama.News – Polisi memulangkan 11 anak perempuan, di antaranya masih berstatus pelajar yang sebelumnya diamankan dari sebuah hotel diduga terlibat kasus prostitusi daring (online) via MiChat, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), ke orangtua masing-masing.

“Sudah dipulangkan ke orangtua mereka setelah di-assessment oleh Dinas Sosial,” kata Kapolsek Baruga AKP Gusti Komang Sulastra dilansir dari Antara, Minggu (18/04/2021).

Ia menyampaikan, dari 11 perempuan tersebut, tiga orang di antaranya wajib lapor. Pemulangan 11 remaja tersebut untuk mendapatkan pembinaan oleh orangtua mereka, sehingga tidak terlibat pada kegiatan yang salah.

Sebelumnya, personel Polsek Baruga saat melakukan Operasi Pekat (penyakit masyarakat) pada Selasa, 6 April lalu, mengamankan 11 anak perempuan di kamar Hotel Grand DDNS yang terletak di Jalan Budi Utomo, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, diduga sedang menunggu pria hidung belang.

Sebanyak 11 anak tersebut, di antaranya TT (17) status pelajar asal Kota Kendari, EL (17) status pelajar asal Kendari, AA (18) status pelajar asal Kabupaten Kolaka, DO (17) bukan pelajar asal Kendari, dan A (17) pelajar asal Kendari.

Berikutnya, NW (20) bukan pelajar asal Kendari, H (20) bukan pelajar asal Kabupaten Konawe Kepulauan, EF (20) bukan pelajar asal Kendari, WA (21) bukan pelajar asal Kendari, WD (18) bukan pelajar asal Kendari, dan TJ (19) bukan pelajar asal Kendari.

IKLAN ADS

Hasil pemeriksaan 11 anak tersebut, dua di antaranya inisial TT (17) dan AA (18) kepada penyidik mengaku bahwa pemilik hotel inisial AR, pernah menawarkan untuk melayani warga negara asing (WNA) asal China kepada mereka, kemudian diberikan Rp500 ribu oleh pemilik hotel.

“Benar ada yang mengaku seperti itu. Kami jadikan rujukan, hanya untuk menetapkan tersangka, kami butuh tambahan alat bukti,” ujar Gusti.

Pihaknya baru memperoleh satu alat bukti, yakni keterangan dari anak-anak itu, namun mereka sudah lupa kapan peristiwa tersebut dan bukti uang transaksinya.

Terkait kasus tersebut, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik Hotel Grand DDNS inisial AR (40) tempat ditemukan 11 orang anak tersebut. “Penyidik masih terus kumpulkan bukti-bukti,” tandasnya.

 

[Sumber : Antara]

Share :

Baca Juga

KRIMINAL

Dituduh Selingkuh, Seorang Suami Diduga Bakar Istri

KRIMINAL

Dalam Situasi Covid-19 Ini, Pengoplos Beras Dapat Dikualifikasi Musuh Negara

KRIMINAL

Polsek Delitua Tangkap DPO Curanmor, 26 Unit Jenis Sepeda Motor dari Berbagai Wilayah Diamankan 

KRIMINAL

Dinas Kehutanan Selidiki Penebangan Hutan di Desa Buluh Awar Sibolangit

KRIMINAL

Judi Dadu Putar ‘Tumbuh Subur’ di Desa Durin Simbelang Tak Tersentuh Hukum

KRIMINAL

Miliki Sabu, Pria Asal Langkat Diringkus Tekab Polsek Sunggal

KRIMINAL

Pasca Ditangkap, Diduga Akan Ada Lobi-lobi Kotor Terkait 7 Orang & Mesin Judi Tembak Ikan “Stanggang”

BERITA UTAMA

Kepala BBPOM Medan Bagus Kesuma : Kami terus melakukan pengawasan peredaran obat dan makanan di wilayah kerja kami…