Home / DUNIA

Sabtu, 15 Mei 2021 - 00:42 WIB

Usai Menghilang, PM India Klaim Rasakan Derita Pandemi Warga

Usai 'Menghilang' PM India Klaim Rasakan Penderitaan Warga (Foto : Jewel SAMAD / AFP)

Usai 'Menghilang' PM India Klaim Rasakan Penderitaan Warga (Foto : Jewel SAMAD / AFP)

MediaUtama.News – Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan dia merasakan penderitaan semua orang India yang berjuang melawan pandemi. 

Hal ini diungkapkannya dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat (14/5), setelah berminggu-minggu menghindari sebagian besar komentar publik tentang gelombang virus corona yang menghancurkan negaranya.

Pemimpin nasionalis Hindu itu telah disengat oleh kritik terhadap penanganan virus di negara tersebut. Dalam beberapa waktu belakangan negara berpenduduk 1,3 miliar itu melaporkan 4.000 kematian untuk hari ketiga berturut-turut dan 343.144 infeksi baru.

Banyak orang India telah menggunakan media sosial untuk menuduh pemerintahan sayap kanan populis Modi meninggalkan mereka ketika keluarga yang putus asa berjuang untuk menemukan tempat tidur rumah sakit, tabung oksigen, dan obat-obatan anti-virus.

Pemimpin Kongres oposisi Rahul Gandhi mengatakan Perdana Menteri telah “hilang” seperti oksigen dan tempat tidur rumah sakit.

Tetapi Modi mengatakan Jumat bahwa pemerintahannya sedang mengerjakan “pijakan perang” melawan Covid-19.

“Karena virus corona ini, kami kehilangan orang-orang yang dekat dengan kami. Rasa sakit yang dialami warga kami beberapa hari terakhir ini, saya juga merasakannya,” katanya dilansir dari CNNIndonesia.com.

“Apapun rintangan yang ada, kami coba singkirkan,” tambahnya 

IKLAN ADS

Modi mengatakan bahkan militer sedang bekerja melawan apa yang disebutnya “musuh tak terlihat yang selalu berubah bentuk.”

“India tidak akan kehilangan harapan. Kami akan berjuang dan menang melawan virus ini.”

Pidatonya ini muncul ketika virus corona mulai mereda di kota-kota besar seperti New Delhi dan Mumbai. Namun ironisnya di pedalaman India, tempat tinggal bagi dua pertiga populasi, tengah dilanda infeksi terbesar.

Penduduk mengatakan kematian tidak dilaporkan dan dengan krematorium kewalahan, akibatnya beberapa mayat telah dibuang ke sungai. Hal ini memaksa pemerintah meminta patroli polisi di Sungai Gangga dan di tempat lain untuk menghentikan orang membuang orang meninggal di sana.

“Infeksi korona menyebar dengan cepat di desa kami juga,” tambah Modi, mengatakan pemerintahnya “berusaha semaksimal mungkin” untuk menghentikannya.

Pemerintah mengandalkan upaya vaksinasi besar-besaran, tetapi telah tertinggal dalam tujuannya memberikan suntikan kepada 300 juta orang pada akhir Juli. 

[MU/CNNI]

Share :

Baca Juga

DUNIA

60 Juta Pekerja Eropa Terancam Potong Gaji Hingga PHK

DUNIA

Singapura Luncurkan Paket Ekonomi Hadapi Wabah Virus Corona

DUNIA

AS Sanksi Lembaga Rusia Terkait Serangan Malware Manipulasi

DUNIA

Janji Cinta Terakhir Pasutri AS Sebelum Dijemput Maut Corona

DUNIA

Dubes China Tuding 7 ‘Kejahatan’ AS Usai Pompeo Temui Jokowi

DUNIA

Prancis Desak Seruan Boikot dari Timteng Segera Dihentikan

DUNIA

Gadis Palestina Usia 10 Tahun Selamat dari Bom di Gaza

DUNIA

Turki Kutuk Charlie Hebdo soal Karikatur Cabul Erdogan