Home / HUKUM

Rabu, 14 Juli 2021 - 17:34 WIB

Jadi Kurir Sabu 41 Kg, Pemuda 20 Tahun Asal Jawa Timur Divonis Mati di PN Medan 

Ket Foto : Terdakwa saat mendengarkan putusan melalui video conference.

Ket Foto : Terdakwa saat mendengarkan putusan melalui video conference.

MediaUtama.News – Seorang pemuda asal Desa Latsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Tantra Surya Dewangga alias Narji Bin Ruddy Arianto divonis pidana mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pasalnya, pemuda berusia 20 tahun ini dinilai terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 41.835 gram (41,8 kilogram). 

“Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Tantra Surya Dewangga alias Narji Bin Ruddy Arianto dengan pidana mati,” ujar majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara dalam persidangan yang digelar secara video conference di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan Rabu, 14 Juli 2021.

Majelis hakim menilai perbuatan terdakwa melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Yakni melakukan secara tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram,” kata hakim Syafril Batubara.

Dalam nota putusan majelis hakim, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. “Sedangkan hal meringankan tidak ditemukan,” sebut hakim Syafril.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya dari Menara Keadilan Sri Wahyuni dan Syarifatah Sembiring maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Putusan majelis hakim sama (conform) dengan tuntutan JPU Nurhayati yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana mati.

Mengutip dakwaan JPU Nurhayati Ulfiah mengatakan kasus bermula terdakwa Narji ditawarkan pekerjaan oleh Joni (DPO) untuk menjadi kurir narkotika.

“Mendapat tawaran pekerjaan tersebut, terdakwa menyanggupinya dan Joni langsung membelikan terdakwa hp agar bisa berhubungan dengan Pablo (DPO) pemilik sabu,” ujar JPU Nurhayati.

Lalu, kata JPU, pada hari Jumat, 04 September 2020, terdakwa telah dihubungi Pablo dengan permintaan untuk pergi ke Medan dan terdakwa yang tinggal di Tuban, Jawa Timur berangkat ke Kota Medan Sumatera Utara.

“Sesampainya di Medan, sesuai arahan Pablo langsung menuju Hotel Swiss Bell in di Jalan Gajah Mada untuk menemui seseorang yang bernama Subiyantoro (DPO) sebagai orang yang akan menemani terdakwa dalam rangka menerima penyerahan sabu-sabu milik Pablo,” ujarnya.

Keesokan harinya, sambung JPU, terdakwa bersama dengan Subiyantoro menuju halaman Masjid yang letaknya di berseberangan dengan SMA Unggulan CT Foundation Medan di Jalan Veteran Medan atas perintah Pablo.

“Setelah sampai di lokasi, seseorang pria suruhan Pablo bertemu dengan terdakwa, kemudian terdakwa dan Subiyantoro menerima 2 buah tas yang berisikan 40 bungkus berisikan sabu-sabu,” sebut JPU.

Kemudian, terdakwa bersama Subiyantoro pergi menuju tempat penginapan untuk menyimpan sabu tersebut. Setelah menyimpan sabu, terdakwa bersama Subiyantoro pergi membeli sebuah tas koper.

Namun, setelah membeli koper, Subiyantoro pergi meninggalkan kamar hotel dan tidak kembali lagi. Selanjutnya terdakwa menerima perintah dari Pablo untuk menyiapkan 23 bungkus sabu dan memasukkannya kedalam tas koper untuk di simpan di Hotel Cordela.

Selanjutnya, terdakwa kembali ke hotel Swiss Belinn tempat menyimpan 17 bungkus sabu lainnya. Tak lama kemudian terdakwa ditelpon seseorang yang mengaku bernama Hadi menyuruh terdakwa datang ke Hotel Cordela.

“Saat hendak memasuki kamar 609 Hotel Cordela, beberapa petugas anggota Kepolisian datang dan langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan meminta terdakwa untuk menunjukkan tempat penyimpanan sabu-sabu.

Setelah anggota kepolisian RI bersama dengan petugas Hotel melakukan penggeledahan di kamar 609 Hotel Cordela telah menemukan 23 bungkus sabu-sabu yang diletakkan di bawah tempat tidur yang diakui terdakwa adalah milik Pablo yang telah terdakwa bawa sebelumnya.

Selanjutnya, terdakwa juga menunjukkan tempat penyimpanan sabu-sabu lainnya sebanyak 17 bungkus di kamar 209 hotel Swiss Bell Inn dan ditemukan kembali 17 bungkus sabu. 

“Atas perbuatan terdakwa, petugas kepolisian membawa terdakwa beserta barang bukti dengan keseluruhan sebanyak 40 bungkus sabu seberat 41.835 gram ke kantor polis untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkas JPU Nurhayati.

[MU]

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polisi Ringkus Pelaku Curanmor di Tanjung Balai

HUKUM

16 Tahun Kematian Sang Aktivis HAM, LBH Medan: Ungkap Kematian Munir Sebelum Kedaluwarsa 

HUKUM

Kurir 165 Gram Sabu Asal Simalungun Dituntut 12 Tahun Penjara

HUKUM

Melawan saat Diamankan, Tekab Polsek Sunggal Tembak Pelaku Curanmor

HUKUM

Komplotan Curanmor Diamankan Polsek Medan Kota, 1 Pelaku Ditembak

HUKUM

Miliki 10 Gram Sabu, Kakek 72 Tahun Asal Kota Binjai Diadili di PN Medan

HUKUM

Bandar Daun Ganja Asal Tanjung Morawa Berhasil Diringkus Polisi

HUKUM

Hakim PN Medan Apresiasi Kepolisian Tangkap Pelaku Pembunuhan Jamaluddin