Home / HUKUM

Rabu, 21 Juli 2021 - 21:51 WIB

Dirut SPBU 14.201.138 Jalan Gagak Hitam Medan Jalani Sidang Perdana, Ini Dakwaannya

Ket Foto : Majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara saat menggelar sidang secara video teleconference di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan.

Ket Foto : Majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara saat menggelar sidang secara video teleconference di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan.

MediaUtama.News – Direktur Utama (Dirut) PT Tiga Dua Satu (SPBU 14.201.138) yang beralamat di Jalan Gagak Hitam, Medan, Nety Saleh Binti Saleh (59) menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan.

Dalam sidang yang digelar secara video teleconference di ruang Cakra 8 PN Medan, warga Jalan Langsa, Kabupaten Deli Serdang ini didakwa atas dugaan kecurangan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 14.201.138 Jalan Gagak Hitam, Kota Medan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria FR Tarigan dalam dakwaannya menguraikan, kasus bermula pada 14 Januari 2019,  dua pengawas kemetrologian dari Direktorat Metrologi dan 2 petugas dari Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional I berdasarkan Surat Perintah Tugas dari Balai Standardisasi Metrologi Legal Regional I, serta 2 petugas dari Dinas Perdagangan Kota Medan, melakukan kegiatan pengawasan UTTP dan Satuan Ukuran di wilayah Kota Medan

“Pada saat itu, mereka mendatangi objek pengawasan di SPBU 14.201.138 Jalan Gagak Hitam No 321 Sei Sikambing Kota Medan,” ujarnya di hadapan majelis hakim yang diketuai, Syafril Batubara

Lebih lanjut, saksi kemudian melakukan pengawasan di tempat tersebut dan melihat ada 5 unit Pompa Ukur BBM (PUBBM) dalam keadaan aktif ataupun sedang digunakan oleh SPBU untuk penyerahan BBM ke konsumen. Selanjutnya, para saksi melakukan pemeriksaan terhadap 5 unit PU BBM. 

Dari hasil pemeriksaan ditemukan 3 unit pompa ukur BBM ditemukan tanda perlengkapan teranya rusak dan tidak memiliki segel tanda tera jaminan. 

“Bahwa tanda tera yang telah terpasang pada Pompa Ukur Bahan Bakar Minyak (PUBBM) tidak dapat rusak atau putus tanpa ada campur tangan atau intervensi dari manusia karena tanda tera tersebut terbuat dari kawat besi dan plombir timah,” katanya.

Selanjutnya, para saksi melakukan pengamanan dengan cara membubuhkan segel metrologi pada 5 unit nozzle yaitu, 1 unit nozzle dengan jenis BBM solar pada PU BBM merk Gilbarco Tipe NA2Nomor Seri ASEN119132. Kemudian, 2 unit nozzle dengan jenis BBM solar pada PU BBM merk Gilbarco Type NA2 Nomor Seri ASEN119143.2 dua unit nozzle dengan jenis BBM solar pada PU BBM merk Gilbarco Type NA2 Nomor Seri ASSEN 11914.

Dengan ditemukannya PU BBM yang tidak memiliki adanya tanda jaminan yang dipasang pada badan ukur, yaitu bagian-bagian meter yang harus dilindungi dari perubahan maka terdakwa selaku Dirut PT Tiga Dua Satu SPBU No 14.201.138 bertanggung jawab atas perbuatan kejahatan atau pelanggaran yang terjadi SPBU milik terdakwa.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 32 ayat (1) jo Pasal 25 huruf c jo Pasal 34 ayat (1) subs Pasal 32 ayat (1) jo Pasal 25 huruf e jo Pasal 34 ayat (1) UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal,” pungkasnya.

Usai mendengarkan dakwaan JPU Maria Tarigan, majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara melanjutkan persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa. 

[MU]

Share :

Baca Juga

HUKUM

Keterangan Saksi Polisi Kontroversi, Mata Terdakwa Dilakban Namun Ditembak

HUKUM

BB 95 Gram Sabu, Pria Asal Aceh Dituntut 11 Tahun Penjara

HUKUM

Penyobek-Pembuang Lembaran Al-Quran Masjid Raya Dituntut 4 Tahun Penjara

HUKUM

Polisi Bidik Tersangka Baru Pungli di PDAM Tirtalihou

HUKUM

Kapolres Madina Gelar Press Release Ungkap Kasus Tindak Pidana Narkotika

HUKUM

Aniaya dan Rampok Korbannya, Kancil Diringkus Tekab Polsek Percut Sei Tuan

HUKUM

PH Harap Hakim Bebaskan Kliennya dari Tuntutan Jaksa, Ramli Hati: Minta Mohon Keadilan

HUKUM

Jadikan Mesjid Transaksi Narkoba, Dua Kurir Sabu 98,56 Gram Dituntut Berbeda