HUKUM  

Polda Sumut Gerebek Pangkalan Pengoplos LPG Bersubsidi di Medan

Pengoplosan : Inilah cara pengoplosan yang dilakukan dengan memindahkan isi gas elpiji dari tabung 3 kg ke gabung yang lebih besar. Dari lokasi, polisi mengamankan 3 orang saat melakukan pengoplosan, Kamis ((27/7/2023) malam.(Foto: Mu/dok/Polda Sumut).

Medan, Mediautama.news – Pangkalan gas yang dijadikan sebagai tempat pengoplosan LPG tabung gas ukuran 3 Kg, di Jalan Sei Kapuas, Gang Bunga, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, digerebek Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Polrestabes Medan, Kamis (27/7/2023) malam.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampaikan, dalam penggerebekan tersebut, sebanyak tiga orang berhasil diamankan saat sedang melakukan aktivitas pengoplosan.

“Tadi malam, Ditreskrimsus dan Polrestabes Medan bersama-sama melakukan pengungkapan tindak pidana minyak dan gas bumi,” tegas Hadi kepada wartawan, Jumat (28/7/2023).

Dari lokasi, lanjutnya, tim mengamankan 3 orang terduga pelaku yang sedang melakukan aktivitas mengoplos gas elpiji yang seharusnya untuk subsidi dari ukuran 3 kg dioplos ke tabung ukuran 12 kg, 15 kg dan 5,5 kg.

Menurutnya, pengungkapan ini dilakukan dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh tim. Adapun barang bukti yang diamankan, di antaranya 349 tabung LPG ukuran 3 kg, 124 tabung ukuran 12 kg, 100 karet tabung gas, 60 plastik segel dan beberapa peralatan yang digunakan untuk melakukan aktivitas pengoplosan.

Diinformasikan, bahwa praktik pengoplosan di tempat ini sudah berlangsung selama enam bulan.

Karenanya, kata Hadi, dari penindakan gabungan ini, Polda Sumut akan terus melakukan upaya dan langkah-langkah untuk melakukan penyelidikan di tempat-tempat lain terkait dugaan adanya pelanggaran seperti ini.

“Polda Sumut berkomitmen melakukan tindakan terhadap aktivitas Ilegal terlebih mengoplos barang atau bahan bersubsidi dari pemerintah,” tegasnya.

Sementara, Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun menambahkan, ketiga pelaku tersebut masing-masing berinisial RT, NF dan APG.

Teddy memaparkan, RT bertugas untuk memindahkan gas ukuran 3 kg ke 12 kg maupun 50 kg menggunakan alat bantu pipa. Kedua NF untuk membersihkan setelah pengoplosan dan APG berperan untuk menjual tabung gas yang sudah dalam ukuran 12 kg.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ujarnya, gas diperoleh dari wilayah Kota Medan. (Md 1)

Editor: Edward