DUNIA  

Kim Jong Un Isyaratkan Dialog dengan AS, Namun Tetap Bermusuhan dengan Korea Selatan

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un (Foto:via REUTERS/KCNA)

Jakarta, Mediautama.news – Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, membuka ruang diplomasi dengan Amerika Serikat, namun secara tegas tetap mempertahankan garis keras terhadap Korea Selatan.

Dalam pidatonya di Kongres Partai Buruh, Rabu (25/2), Kim mengirimkan sinyal kuat bahwa Pyongyang tidak menutup pintu dialog dengan Washington di masa depan. Meski demikian, ia menekankan bahwa pembicaraan hanya bisa terwujud apabila ada perubahan sikap dari pihak AS.

“Jika Washington menghormati status negara kami sebagaimana tercantum dalam Konstitusi dan mencabut kebijakan permusuhannya, maka tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menjalin hubungan persahabatan dengan Amerika Serikat,” tegas Kim, seperti dikutip Al Jazeera dan dilansir dari CNNIndonesia.

Nada yang lebih agresif juga ditunjukkan Kim dalam pertemuan tersebut terkait Korea Selatan. “Korea Utara sama sekali tidak punya urusan dengan Korea Selatan, entitas yang paling bermusuhan dengannya, dan akan secara permanen mengecualikan Korea Selatan dari kategori warga negara”, kata Kim.

Menurutnya, selama Korea Selatan tidak bisa lepas dari kondisi geopolitik yang mengharuskan mereka berbatasan dengan Korea Utara, satu-satunya cara untuk hidup aman adalah dengan melepaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Korea Utara dan membiarkan Korea Utara sendiri.

Pernyataan Kim, di mata pakar, menandakan niat Korut ingin menjalin hubungan dengan Amerika Serikat. “Korut menunjukkan niat menjalin hubungan dengan AS secara independen, tanpa melalui Korea Selatan,” kata Pakar studi Korea Utara Yang Moo Jin, dikutip AFP melansir CNNIndonesia.

Di kesempatan tersebut, Kim menyerukan pengembangan sistem senjata baru untuk memperkuat militer.

Kantor Berita Korea Utara (Korea Central News AgencyKCNA) melaporkan, Kim juga menetapkan persyaratan rudal balistik antarbenua yang bisa diluncurkan dari bawah laut.

Tak cuma itu, dia ingin memperluas persenjataan nuklir taktis, seperti artileri dan rudal jarak pendek, yang mampu menargetkan Korea Selatan.

Kim lalu menegaskan percepatan pengembangan program nuklir dan rudal memperkuat status Korut dalam beberapa tahun terakhir. “Status kita sebagai negara bersenjata nuklir memainkan peran penting dalam mencegah potensi ancaman musuh dan menjaga stabilitas regional,” kata Kim.

Kim menyatakan senjata nuklir sebagai jaminan dan alat pengamanan bagi keamanan dan kepentingannya.(r)

Editor: Edward