Medan, Mediautama.news – Dua bulan lebih, kasus kematian almarhum Roberton Nainggolan yang ditemukan tewas di Jalan Gatot Subroto atau tepatnya di depan kantor Jasa Raharja Medan pada, Selasa malam (11/8/2026) lalu belum berhasil diungkap Polsek Helvetia.
Keluarga korban almarhum Roberton Nainggolan, melalui kuasa hukumnya Golfrid Pasaribu SH didampingi Sahat Pasaribu SH dari kantor Hukum FYP Pasaribu, Selasa (13/10/2026) kepada wartawan mengatakan, mendesak pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan atas tewasnya korban .
“Sampai saat ini belum ada kepastian dari penyidik Polsek Helvetia terkait laporan pengaduan No.1/Gangguan/B/16/VIII/2026/SPKT Polsek Helvetia terkait penyebab kematian korban,” ujar Golfrid .
Bahkan, katanya, pada Selasa 6 Oktober 2026 lalu, pihaknya bersama keluarga korban telah mendatangi Polsek Helvetia, ingin mengkonfirmasi peristiwa tersebut, namun penyidik belum dapat memberikan kepastian tentang penyebab kematian korban.
Ditambahkannya, sebelum mayat korban dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk divisum, salah seorang keluarga korban sempat menyaksikan ada luka dibagian tubuhnya, sehingga menambah kecurigaan atas kematiannya.
“Kami ingin kasus ini diusut secara terang benderang. Dan kami perlu kepastian penyebab kematian korban ,” pungkasnya.
Sementara itu, penyidik Polsek Helvetia Jefri Nainggolan ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Rabu (14/10/2026) mengatakan, bahwa pihaknya sudah memintai keterangan beberapa saksi terkait peristiwa kematian korban.
“Tidak benar bahwa kasus kematian almarhum Roberton Nainggolan tidak ditindaklanjuti. Saksipun sudah kita periksa. Mayat korban juga sudah kita autopsi dinRumah Sakit Bhayangkara Medan,” tegasnya.
Sebelum korban ditemukan tewas, pada tanggal 8 Agustus 2026 korban sempat berpamitan untuk kerja di salah satu depot Air Minum. Pada hari itu juga, korban tidak pulang ke rumah sehingga keluarga korban berusaha mencari keberadaannya.
Namun, pada tanggal 11 Agustus 2026 malam, anggota Polsek Helvetia beserta Kepling datang ke rumah korban memberitahukan keadaan korban sudah meninggal.(Pas)
Editor: AR Manik






