Jakarta, Mediautama.news – Pangkalan udara bawah tanah super canggih Iran, Oghab 44 (Eagle 44) yang terletak di Provinsi Hormozgan, dikabarkan hancur diterjang serangan Amerika Serikat dan Israel.
Dilansir dari The New York Times dan mengutip CNNIndonesia, citra satelit memperlihatkan kawah besar dan kerusakan parah di pintu masuk terowongan serta landasan pacu, yang diduga melumpuhkan akses dan menjebak pesawat di dalamnya. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak.
Dikenalkan pada 2023, pangkalan strategis ini dibangun khusus untuk melindungi armada udara dari serangan pertama, termasuk jet tempur canggih seperti Sukhoi Su-35 dan F-4 Phantom.
Dilengkapi fasilitas lengkap mulai dari hanggar, bengkel perbaikan, hingga persenjataan rudal jarak jauh, fasilitas ini dirancang agar Iran tetap bisa melancarkan serangan balasan meski dalam kondisi konflik berat.
Lokasinya yang hanya berjarak 160 km dari Selat Hormuz menjadikan Oghab 44 sebagai jantung kekuatan militer Iran. Berdasarkan analisis ahli, pangkalan ini dibangun dengan strategi anti-access (A2/AD) untuk mengontrol jalur perdagangan dunia, melindungi kapal induk, dan memutus rantai pasok energi jika terjadi perang, menjadikannya target utama yang sangat vital.
Kerusakan yang terjadi pada fasilitas yang dianggap “tak tersentuh” ini menandai titik balik penting dalam konflik terkini. Strategi pertahanan bawah tanah yang selama ini diandalkan Iran ternyata tidak lagi aman, membuktikan keunggulan teknologi serangan koalisi AS dan Israel yang mampu menembus pertahanan paling canggih sekalipun.(r)
Editor: AR Manik






