DUNIA  

Kabut Asap Selimuti Malaysia, Sekolah di Tiga Negara Bagian Ditutup

Kualitas udara tak sehat: Sejumlah Wilayah Malaysia termasuk Kuala Lumpur mencatat indeks kualitas udara tak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan, di beberapa provinsi di Indonesia.(Foto:REUTERS/Hasnoor Hussain VIA CNBCIndonesia)

Jakarta, Mediautama.news – Kualitas udara di Malaysia memburuk akibat kabut asap. Sebanyak 38 dari 68 stasiun pemantau mencatat Indeks Pencemar Udara (API) dalam kategori tidak sehat pada Jumat (9/10/2026). Pemerintah pun menutup seluruh sekolah dasar dan menengah di Selangor, Melaka, dan Negeri Sembilan.

Melansir Malay Mail dan mengutip CNBCIndonesia, Seremban, Negeri Sembilan, mencatat API tertinggi mencapai 186, disusul Bandaraya Melaka dengan 184. Nilai API di Nilai, Bukit Rambai, dan Segamat masing-masing mencapai 183.

Sementara itu, Johan Setia di Selangor mencatat API 182 dan Tangkak di Johor sebesar 181. Sejumlah wilayah lain, termasuk Shah Alam, Kuala Lumpur, dan Putrajaya, juga mengalami pencemaran udara dalam kategori tidak sehat.

Data Departemen Lingkungan Hidup Malaysia pada pukul 08.30 waktu setempat menunjukkan 30 stasiun lainnya berada dalam kategori sedang. Tidak ada stasiun yang mencatat kualitas udara baik maupun kategori sangat tidak sehat, yakni API 201 ke atas.

*Sekolah Beralih ke Pembelajaran dari Rumah

Kementerian Pendidikan Malaysia memerintahkan penutupan sekolah di wilayah terdampak. Berdasarkan pedoman pemerintah, sekolah di daerah dengan API di atas 180 wajib menghentikan pembelajaran tatap muka dan beralih ke Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR).

Sekolah di distrik dengan API di atas 150 selama tiga hari berturut-turut juga akan ditutup mulai Senin (12/10/2026).

Direktur Jenderal Pendidikan Malaysia, Datuk Mohd Azam Ahmad, mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik dari paparan polusi udara.

*Kabut Asap Diduga Berasal dari Kebakaran di Indonesia

Departemen Lingkungan Hidup Malaysia mengaitkan kabut asap dengan cuaca kering berkepanjangan dan ratusan titik api yang terdeteksi di Sumatra dan Kalimantan, Indonesia.

Kabut asap lintas batas tersebut memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyebut situasi tersebut mengkhawatirkan. Pemerintah Malaysia juga meningkatkan operasi penyemaian awan di wilayah yang berpotensi membentuk awan untuk membantu mengatasi dampak cuaca kering dan polusi udara.(r)

Editor: Edward