MediaUtama | Medan – Warga Lingkungan VI, Kelurahan Tanjung Mulia meminta pihak CV Industri Malaka agar melakukan klarifikasi terkait isu yang beredar bahwa salah satu karyawan perusahaan tersebut terpapar Covid-19.
Informasi dihimpun dari seorang karyawan CV Industri Malaka yang berdomisi di Jalan Yos Sudarso, Gang Perwira, Tj. Mulia, Kec. Medan Deli, Kota Medan mengatakan salah satu rekan kerjanya di CV Industri Malaka berinisial NSR pada hari Jum’at (05/06/2020) meminta izin tidak bisa melanjutkan pekerjaan saat jam makan siang.
“Dilihat dari kondisinya, menunjukkan ciri-ciri seperti demam tinggi, batuk dan lemas diduga terjangkit Covid-19,” kata karyawan CV Industri Malaka yang enggan menyebutkan namanya.
Semenjak kejadian itu, NSR tak lagi terlihat di perusahaan. Menurut informasi sesama karyawan, NSR dalam perawatan RS Imelda dan sempat menjalani tes Covid-19.
Setelah empat hari kejadian tersebut, pihak manajemen perusahaan belum juga memberikan klarifikasi terkait NSR yang diduga terjangkit Covid-19.
Kemudian, rekan kerja NSR pun memberitahu kepada Sekretaris DPC Re-Born Medan Deli, Jeffry SK.
Menanggapi hal itu, Jeffry SK langsung merespon dan berkomunikasi dengan Kepala Lingkungan (Kepling) setempat yang juga salah satu karyawan di perusahaan tersebut.

“Izin, pak kep agar dikroscek soal pekerja CV Industri Malaka yang pulang izin karena sakit pada hari Jum’at 05 Juni 2020. Kok belum ada kabar hasil tes Covid dari RS. Sementara, sampai sekarang tu orang belum masuk kerja?” tanya Jeffry kepada Kepling melalui via WhatsApp.
Kepling setempat yang juga karyawan perusahaan tersebut Khaidir Nst membenarkan bahwa NSR dalam perawatan dan positif.
“Dengar kabar rapid test di RS Imelda, diduga positif, sekarang sedang dalam pemeriksaan di Rumah Sakit Martha Friska Multatuli, belum tau hasilnya,” kata Khaidir.
Saat ditanyakan terkait penanganan pihak perusahaan, Kepala Lingkungan VI, masih menunggu instruksi dari pihak terkait.
Jeffry juga menyampaikan bahwa ia juga menyambangi pak Edy Sharizal S.I.P selaku Lurah Tanjung Mulia, mempertanyakan tindakan apa yang akan dilakukan kelurahan untuk menanyakan ke pihak perusahaan CV Industri Malaka.
Apabila itu benar, saya meminta kepada kepada Lurah agar pihak perusahaan melakukan pengecekan (rapid test). Pasalnya seluruh karyawan sebagian merupakan warga lingkungan VI, Kelurahan Tanjung Mulia, serta melakukan sterilisasi perusahaan,” ujarnya, Rabu (10/06/20).
Sementara itu, Komitan Simamora selaku Ketua Relawan Bobby Nasution (Re-born) mengatakan kalau memang karyawan CV Industri Malaka tersebut terpapar Covid-19. Perusahaan jangan menutup-nutupi.
“Harusnya pihak manajemen perusahaan transparan supaya masyarakat tahu, mengingat CV Industri Malaka beroperasi di tengah tengah pemukiman dan banyak juga warga setempat yang bekerja di perusahaan tersebut. Karena itu berpotensi penularan yang sangat restan kepada warga khususnya yang berdomisili di lingkungan perusahaan tersebut,” ujar Komitan.
Seharusnya, lanjut dikatakan Komitan, perusahaan harus menyampaikan berita duka ini ke masyarakat melalui Lurah maupun Kepling agar warga tidak menjadi panik.
“Dan perusahaan harus melakukan rapid test kepada semua karyawannya. Apabila ada yang terpapar biar diisolasi mandiri atau isolasi pemerintah agar terputus mata rantai Covid-19,” katanya.
Terpisah, Ketua Umum Re-Born, Suwarno menyampaikan masalah ini tidak bisa dibiarkan harus ditindaklanjuti.
“Jangan gara gara perusahaan tidak mau terbuka informasi, warga yang menjadi korbannya,” tegasnya.
[MU/Red]






