Jakarta, Mediautama.news – Koalisi Freedom Flotilla (Freedom Flotilla Coalition/FFC) mengirim kapal Handala dalam misi kemanusiaan ke Jalur Gaza. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Siracusa, Italia, pada 13 Juli 2025.
“Ini menandai upaya kami menantang blokade ilegal Israel terhadap rakyat Gaza,” tulis FFC dalam pernyataan resminya, dilansir dari CNNIndonesia.com.
Kapal Handala membawa berbagai bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga Gaza, di tengah agresi militer Israel yang terus berlangsung.
Misi ini menjadi yang kedua setelah kapal Madleen, yang sebelumnya membawa rombongan FFC termasuk aktivis iklim Greta Thunberg, dicegat pasukan Israel di perairan internasional dekat Gaza.
“Misi ini berlangsung hanya beberapa pekan setelah serangan ilegal Israel terhadap Madleen, kapal Freedom Flotilla lainnya, yang secara paksa disita di perairan internasional,” ungkap FFC.
Dalam insiden tersebut, sekitar 12 penumpang diculik oleh militer Israel. Mereka terdiri dari aktivis kemanusiaan, dokter, jurnalis, hingga pembela hak asasi manusia, termasuk Greta Thunberg. Sebagian dari mereka, termasuk Greta, langsung dideportasi.
“Handala berlayar di bawah bayang-bayang kebiadaban massal yang terus berlanjut. Sejak 18 Maret 2025, ketika Israel melanggar gencatan senjata dan melanjutkan serangan di Gaza, setidaknya 6.572 warga Palestina tewas dan lebih dari 23.000 lainnya terluka,” lanjut pernyataan FFC, mengutip data dari Kementerian Kesehatan Gaza.
Kapal Handala juga membawa sejumlah aktivis dan para dokter untuk misi kemanusiaan di Gaza.
“Di atas kapal ada relawan medis, pengacara, aktivis keadilan sosial, jurnalis, dan organisasi komunitas. Kami bukan pemerintah. Kami rakyat yang bertindak ketika institusi telah gagal,” terang FFC.(r)
Editor: Edward






