Jakarta, Mediautama.news – Sedikitnya 47 orang tewas dan 22 lainnya terluka dalam serangan kelompok bersenjata di Kenscoff, Haiti, Senin (24/8/2026) dini hari. Serangan di kawasan perbukitan yang menghadap ibu kota Port-au-Prince itu terjadi hanya beberapa menit dari kantor polisi dan memicu kemarahan warga terhadap aparat.
Kantor Terpadu PBB di Haiti menyebut jumlah korban masih sementara dan dapat berubah setelah pendataan. Sementara kelompok HAM RNDDH memperkirakan 30-40 orang tewas dan 15-20 lainnya terluka.
Kenscoff menjadi wilayah strategis karena mengawasi sejumlah jalur menuju Port-au-Prince. Kawasan itu telah mengalami sekitar selusin serangan sejak 2025 yang memaksa ribuan warga mengungsi.
Warga menuntut pemerintah bertanggung jawab dan meminta kepala kepolisian setempat dicopot. Kantor Perdana Menteri Haiti mengecam serangan tersebut dan berjanji memperkuat keamanan di Kenscoff.
“Kenscoff tidak akan ditinggalkan. Wewenang pemerintah akan dipulihkan, tanpa kelemahan dan tanpa penundaan,” demikian pernyataan kantor perdana menteri melalui media sosial dilansir dari Reuters, mengutip CNBCIndonesia.
Kekerasan di Kenscoff telah menewaskan lebih dari 260 orang dan menghancurkan atau membakar sekitar 200 rumah dalam serangkaian serangan selama dua bulan pada awal 2025. PBB memperkirakan sekitar 3.000 warga mengungsi dari wilayah tersebut.
Dalam serangan terbaru, warga melaporkan rumah-rumah dibakar, termasuk milik pakar kesehatan masyarakat Haiti, Jean William Pape. Sejumlah polisi juga disebut terluka saat berupaya menghadang kelompok bersenjata.
Kepala Kepolisian Nasional Haiti Vladimir Paraison membantah aparat menyerah menghadapi serangan. “Polisi tidak pernah menyerah,” katanya saat mengunjungi Kenscoff.
Gelombang kekerasan ini menambah kekhawatiran terhadap rencana pemilu Haiti pada Desember mendatang. Pemilu tersebut akan menjadi yang pertama dalam satu dekade di tengah semakin kuatnya pengaruh kelompok bersenjata.
Sementara itu, Gang Suppression Force yang didukung PBB menargetkan lebih dari 5.500 personel pada musim gugur untuk membantu kepolisian Haiti memerangi kelompok bersenjata.(r)
Editor: Edward






