Jakarta, Mediautama.news – Gedung raksasa pencakar langit bekas kantor pusat Pfizer yang sedang direnovasi berlokasi di kawasan Manhattan mengalami pergerakan struktur. Hal ini membuat kepanikan dan memicu evakuasi besar-besaran baik pekerja, penghuni, hotel, sekolah, hingga pusat bisnis di sekitar Stasiun Grand Central.
Wali Kota New York Zohran Mamdani menjelaskan dua kolom struktur bengkok, disertai retakan dan ambruknya beberapa lantai.
“Bangunan masih tidak stabil, bahkan tercatat pergerakan tambahan pada kolom bermasalah,” ujarnya, seperti dikutip CNA dari AFP dan melansir CNBC Indonesia, Rabu (8/7/2026). Pihaknya memastikan tidak ada korban luka, dan akses baru dibuka kembali setelah dinyatakan aman sepenuhnya.
Gedung tersebut sedang dikonversi menjadi kompleks hunian terbesar di New York dengan sekitar 1.600 apartemen yang ditargetkan rampung awal 2027. Petugas kini menggunakan drone untuk pemantauan udara serta memasang penyangga sementara guna menstabilkan struktur, sementara sejumlah jalan di sekitar lokasi ditutup.
Perwakilan serikat pekerja Clifford Johnsen menduga kerusakan akibat penambahan beban berlebih pada bangunan tua. Pekerja di lokasi juga mengamati balok di lantai 21–25 bengkok dan mulai runtuh saat evakuasi berlangsung.
Di sisi lain, pengembang Metroloft menyatakan kerusakan hanya terjadi di sebagian kecil area dan keseluruhan struktur gedung tidak berisiko runtuh.(r)
Editor: Edward






