DUNIA  

Kapal Induk USS Abraham Lincoln Diserang Rudal Iran di Teluk

Kapal induk USS Abraham Lincoln. (Foto:ilustrasi/Wikimedia Commons)

Jakarta, Mediautama.news – Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln dikabarkan diserang Militer Iran di Teluk pada Minggu. Ini setelah serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Sabtu waktu setempat.

Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal, dikutip AFP, Senin (2/3/2026) membenarkan bahwa Kapal Induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik.

“Daratan dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris,” tegasnya mengutip CNBC Indonesia.

Meski demikian, Pentagon membantah klaim Iran telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik di Teluk. Dikatakan bahkan rudal tak mengenai sasaran.

Komando Pusat AS di X menegaskan bahwa Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan, menurutnya, bahkan tidak mendekati sasaran.

Namun, berita lain menyebut tiga anggota militer AS telah tewas dan lima lainnya luka parah dalam perang dengan Iran. Tapi tak ada detail jelas bagaimana atau di mana korban jiwa tersebut.

“Tiga anggota militer AS telah tewas dalam pertempuran dan lima lainnya terluka parah sebagai bagian dari Operasi Epic Fury. Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak, dan sedang dalam proses kembali bertugas,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan.

“Operasi tempur utama terus berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung. Situasinya dinamis, jadi untuk menghormati keluarga, kami akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas prajurit kami yang gugur, hingga 24 jam setelah kerabat terdekat diberitahu,” tambahnya.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sesumbar operasi di Timur Tengah berhasil. Ia bahkan mengumumkan bahwa sembilan kapal angkatan laut Iran telah ditenggelamkan dan tidak menyebutkan kematian anggota AS.

Kepada Fox News, Trump mengatakan, bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas “dalam satu tembakan”. Ia juga mengatakan kepada The Atlantic bahwa ia siap untuk membuka negosiasi tetapi “tidak dapat mengatakan” kapan.

“Situasi saat ini berkembang dengan sangat positif, sangat positif,” katanya dalam wawancara lain dengan CNBC International.

Trump di akun Truth Social menyebutkan pihaknya telah menghancurkan dan menenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting,

“Markas besar angkatan laut negara itu, sebagian besar hancur,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kongres AS bereaksi atas tindakan Trump. Pemimpin Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Hakeem Jeffries, memposting bahwa ia “patah hati” atas korban jiwa tersebut.

“Tidak ada lagi pahlawan Amerika yang perlu mati karena keputusan sembrono untuk berperang. Kongres harus bertindak minggu ini untuk menahan presiden ini,” kata Jeffries.(r)

Editor: Edward