Simalungun, Mediautama.news – Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menutup Festival Seni dan Qasidah Tingkat Kabupaten Simalungun 2026 di Aula Tuan Johan Garingging, Hotel Simalungun City, Pematang Raya, Senin (26/10/2026).
Festival yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 Oktober 2026, diikuti peserta dari 29 dari 32 kecamatan di Kabupaten Simalungun.
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi panitia, dewan juri, dan seluruh peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap pada pelaksanaan berikutnya seluruh kecamatan dapat berpartisipasi.
Menurutnya, festival seni dan qasidah penting untuk melestarikan budaya keislaman sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat.
Bupati juga berharap kontingen Simalungun mampu meraih prestasi pada Festival Seni dan Qasidah Tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung 9 November 2026.
Ketua Panitia, Riando P. Purba, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar. Ia mengingatkan para pemenang agar tetap rendah hati dan peserta lainnya terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan.
Sementara itu, Ketua DPD LASQI Kabupaten Simalungun, Deni Sartika, menyebut festival tersebut sebagai salah satu bentuk dakwah melalui seni. Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah agar kontingen Simalungun dapat tampil maksimal di tingkat provinsi.
Dalam hasil perlombaan, Kecamatan Gunung Malela meraih peringkat pertama, disusul Dolok Batu Nanggar di posisi kedua dan Jawa Maraja Bah Jambi di posisi ketiga.
Sepuluh kecamatan terbaik dalam festival tersebut yakni Gunung Malela, Dolok Batu Nanggar, Jawa Maraja Bah Jambi, Tanah Jawa, Bandar, Gunung Maligas, Panei, Pematang Sidamanik, Tapian Dolok, dan Huta Bayu Raja.
Pada sejumlah cabang perlombaan, peserta dari berbagai kecamatan juga meraih juara dalam kategori Bintang Vokalis Gambus, Pop Religi, dan Rebana Klasik. Beberapa kategori tidak menetapkan juara pertama karena peserta dinilai belum memenuhi kriteria dewan juri.(Sim1)
Editor: AR Manik






