MediaUtama | Batu Bara – Jembatan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Batubara dan Kabupaten Serdang bedagai di Kelurahan Pangkalan Dodek, Kecamatan Medang Deras belum juga diperbaiki.
Diketahui jembatan alternatif penghubung ini dibangun Dinas PU Batu Bara pada bulan Februari tahun 2019 dan kemudian terjadi perawatan rutin oleh Dinas PU Provinsi di bulan September tahun 2019.
Namun 1 tiang utama dari dasar sungai ke badan jembatan ikatannya lepas begitu juga dengan tiang lantai sudah pada patah sehingga terjadi miring bila dilintasi kendaraan truk ataupun angkutan umum harus extra hati-hati dan dikhawatirkan akan roboh dalam waktu dekat ini.
Dengan kondisi jembatan sekarang ini membuat roda empat dan dua transportasi dan perekonomian di daerah tersebut mengalami penurunan sehingga banyak pelaku ekonomi merugi, para pengusaha ikan Dan terpaksa mengeluarkan tambahan waktu 1-2 jam bila mengantar ikan ke Medan atau ke daerah lainnya, kondisi seperti ini sudah satu tahun mereka alami.
Warga masyarakat atas nama T Situmorang asal Pagurawan diwawancarai, Minggu (05/04/2020) di lokasi mengatakan, sudah 1 tahun lebih Jembatan utama roboh dan dibangun jembatan alternatif namun sejauh ini belum ada tanda-tanda pihak terkait untuk membangun yang sifatnya permanen.
“Kami menyadari bahwa pembangunan jembatan Pagurawan pemakaian dananya dari pihak Provinsi Sumatera Utara, namun setidaknya pihak Kabupaten Batu Bara harus melakukan terobosan agar pembangunan jembatan cepat dikerjakan dan mengingat jembatan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Pagurawan,” ucapnya kepada MediaUtama.
Ditambahkannya, sepertinya pihak Provinsi Sumut menganaktirikan Kabupaten Batubara karena terkesan terjadi pembiaran sehingga masyarakat kecewa sekali dan aspirasi masyarakat tidak ditanggapi tadi pagi bus angkutan umum nyaris masuk kedalam sungai karena terperosok kedalam lubang Jembatan yang patah tersebut.
“Harapan kami warga masyarakat pagurawan kepada pihak terkait agar Jembatan tersebut segera diperbaiki mumpung belum ada korban,” harapnya.
(MU-11).






