MediaUtama | Medan – Kepolisian Sektor (Polsek) Delitua memberikan bantuan ratusan paket beras kepada pengemudi Betor, Sabtu (04/04/2020) siang kemarin. Beras dibagi-bagikan kepada para abang becak yang melintas di depan Mapolsek Delitua.
Sayang, kegiatan tersebut sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Sejumlah komentar miring pun menuding AKP Zulkifli telah menabrak aturan yang tercantum dalam Maklumat Kapolri tentang pengumpulan massa.
Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap mengatakan saya hanya mencoba meringankan sedikit beban pengemudi becak di kawasan pasar Delitua ini. Karena, akibat wabah korona, mereka susah mendapatkan penumpang dan tentunya mengurangi penghasilan mereka.
“Saat membagikan beras, mereka tidak harus turun dari kendaraannya, sistem kerjanya drop out,” katanya, Selasa (07/04/2020).
Hal itu juga diakui sejumlah pengendara dan pengemudi betor penerima bantuan paket beras yang biasanya mangkal di kawasan pasar tradisional Delitua.
Salah seorang pengemudi betor yang ditemui Metro24jam.com, juga menafikan bahwa saat itu telah terjadi pengumpulan massa.
“Ya saya kemarin sempat kaget, saya pikir razia, ternyata Kapolsek bagi beras. Gak turun dari becak waktu itu,” kata salah seorang pengemudi Betor, yang biasa mangkal di simpang Jalan Besar Delitua.
“Pas melintas, kami diminta pelan dan berbaris. Habis terima beras langsung jalan,” jelasnya.
Aksi kemanusiaan tersebut juga dihadiri beberapa personel dari ibu Bhayangkari Polsek Delitua. Sebanyak 100 paket beras dibagi-bagikan kepada pengemudi betor pada kegiatan tersebut.
Kegiatan itu pun mendapat dukungan dari sejumlah warga Delitua. Ucok Barus (45), salah seorang tokoh masyarakat mengapresiasi kegiatan sosial yang dilaksanakan mantan Wakapolsek Helvetia tersebut.
“Itu kan sifatnya membantu dan massanya juga masih bisa dihitung. Niat baiknya sajalah yang kita lihat,” katanya.
(MU-11)






