Home / DUNIA

Minggu, 8 Desember 2019 - 15:10 WIB

Kebakaran Pasar Gandum di New Delhi Tewaskan 43 Orang

Ket Foto : Ilustrasi Kebakaran. (Int)

Ket Foto : Ilustrasi Kebakaran. (Int)

MEDIAUTAMA.CO | – Kebakaran di sebuah pasar gandum di Ibu Kota India, New Delhi menewaskan 43 orang. Sebagian dari mereka meninggal akibat menghirup asap beracun.

Seperti dilansir Associated Press, aparat menyatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Atul Garg, sebanyak 25 unit truk pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan kobaran si jago merah. Garg menyatakan berhasil mengevakuasi 56 orang dari pasar itu.

Menurut dokter jaga di Rumah Sakit New Delhi, dr. Kishore Singh, seluruh korban meninggal sudah dibawa. Sedangkan 15 orang lain yang selamat dirawat karena luka bakar atau keracunan asap.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan ucapan bela sungkawa atas kejadian itu dan para korban meninggal.

Baca Juga : Israel Uji Coba Rudal Berkemampuan Nuklir, Iran Terancam

IKLAN ADS

Baca Juga : Empat Wartawan Palestina di Yerusalem Ditahan Israel

“Saya turut berduka cita terhadap mereka yang kehilangan orang yang dicintai. Saya berharap mereka yang selamat segera pulih,” kata Modi melalui akun Twitter seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (8/12/2019).

Kebakaran kerap terjadi di India karena kondisi gedung yang uzur dan kurangnya peralatan pemadam api.

Pada 1997, sebuah kebakaran di bioskop di New Delhi menewaskan 29 orang. Sedangkan pada Februari lalu, 17 orang meninggal akibat kebakaran di hotel berlantai enam akibat kobaran api di dapur yang terletak balkon.

 

(CNN/MU)

Share :

Baca Juga

DUNIA

Cari Perhiasan Antik Dicuri, Jerman Gelar Sayembara Rp7,7 M

DUNIA

Buntut Pembunuhan Jendral, Hacker Iran Bobol Situs AS

DUNIA

Sebagian Layanan Transportasi di Hong Kong Dijalankan Pasca Bentrokan

DUNIA

India  Tak Masukkan Dua Juta Orang ke Dalam Daftar Warga Negara

DUNIA

Bentrok dengan Polisi, Pendemo Hong Kong Bakar Gerbang Kampus

DUNIA

Laporan Internal Sebut PBB Gagal Cegah Krisis Rohingya

DUNIA

Kesal dengan Twitter, Trump Ancam Tutup Media Sosial

DUNIA

AS-Meksiko Bahas Strategi Atasi Kartel Narkoba