EKBIS  

Dikelola Bersama Operator India, Bandara Kualanamu Siap Jadi Hub Internasional

Narasumber : Narasumber Workshop Kualanamu as an International Hub in ASEAN: Challenges and Realization, Senin (20/9/2022), di Medan (Foto: Mu/Dok)

Medan, Mediautama.news – PT Angkasa Pura Aviasi (APA), pengelola Bandara Kualanamu, tahun ini akan menambah penerbangan internasional dari Selatan Asia. Dengan penambahan rute luar negeri ini, Bandara Kualanamu yang berada di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara ini, siap menjadi bandara hub internasional.

PT APA merupakan perusahaan patungan antara PT AP II (BUMN) dan GMR Airports, operator bandara di India. Di dalam perusahaan ini, PT AP II memegang 51 persen saham dan GMR Airports 49 persen.

“Sudah ada pertemuan-pertemuan yang intens dengan bandara-bandara yang dikelola GMR Airports dan airlines yang ada. Tahun ini ditargetkan akan ada penerbangan internasional langsung ke Bandara Kualanamu yang datang dari Selatan Asia terutama dari kota-kota di India,” kata CEO PT APA, Achmad Rifai, di sela-sela seminar nasional, di Medan, Selasa (20/9/2022).

Rifai mengatakan, kerja sama dengan GMR Airports akan dilakukan selama 25 tahun. Dalam 25 tahun itu ditargetkan Bandara Kualanamu memiliki 65 juta penumpang. Achmad Rifai optimis target ini bisa tercapai, karena dengan kerja sama ini akan mendorong traffic (lalu lintas) penumpang maupun barang lebih tinggi ke Sumatra Utara.

“Untuk saat ini Bandara Kualanamu memiliki 5,9 juta-6 juta penumpang per tahun,” katanya.

Rifai mengatakan, GMR salahsatu pengelola bandara di dunia. Mereka mengelola 351 juta penumpang per tahun dari seluruh bandara yang mereka kelola, yakni 7 bandara di negaranya sendiri (India) salahsatunya di Delhi yang sekarang melayani 70 juta penumpang per tahun.

Selain itu, ujarnya, GMR Group juga mengelola Bandara Internasional Mactan-Cebu, yang merupakan bandara tersibuk kedua di Filipina. “Satu lagi ada di Yunani,” katanya.

GMR Airports Consortium yang memiliki 49% saham Angkasa Pura Aviasi, menurutnya, akan memberikan pengalaman mereka dalam mengembangkan bandara internasional.

“Kami dapat berbagi keahlian dari GMR. Keahlian India di bidang teknologi informasi sangat bagus. Juga terkait pengalaman komersial yang akan kami bangun di Kualanamu,” kata Rifai.

Untuk mendukung Bandara Kualanamu menjadi pusat penerbangan atau hub internasional di kawasan Indonesia bagian barat tersebut, menurut Rifai, mulai tahun ini akan dilakukan peningkatan fasilitas-fasilitas penting termasuk hal-hal kecil seperti toilet dan kebersihan bandara.

Sedangkan pembangunan infrastruktur termasuk landasan pacu kedua ketika Bandara Kualanamu mencatat kira-kira 30 juta penumpang per tahun yang diproyeksikan terjadi pada 2032.

“Pembangunan infrastruktur bandara dilakukan bertahap sesuai peningkatan jumlah penumpang.Tidak mungkin dilakukan pembangunan besar-besaran tapi penumpang tidak ada. Kita akan lakukan sesuai bisnis plan,” kata Rifai.

Rifai mengharapkan dukungan regulasi dari pemerintah dan pelaku-pelaku industri penerbangan untuk mewujudkan Bandara Kualanamu menjadi bandara pengumpul (hub internasional) di bagian barat Indonesia, sehingga tidak hanya memberi pelayanan dan operasi tapi juga dari sisi bisnis.

“Kita butuh dukungan regulator dan pelaku bisnis (airlines), sehingga tujuan pembangunan bandara ini bisa tercapai,” kata Rifai. (Md 1)

 626 views