Demam Berdarah Mengganas, Indonesia Catat Kasus Tertinggi

Nyamuk penyebab Deman Berdarah Dengue (Foto: ilustrasi/pixabay)

Jakarta, Mediautama.news – Demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus Dengue masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, jumlah kasus DBD pada 2024 mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Ketua Tim Kerja Arbovirosis Kemenkes RI, dr. Fadjar S.M. Silalahi, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 tercatat 257.455 kasus DBD dengan 1.461 kematian.

“Ini merupakan angka tertinggi sejak penyakit dengue ditemukan di Indonesia. Tingginya angka kematian disayangkan, karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan masyarakat dalam memahami pentingnya pencegahan,” ujar dr. Fadjar dalam Webinar Upaya Bersama dalam Penanggulangan Dengue, Selasa (6/5/2025), dilansir dari CNBC Indonesia.

Ia juga menjelaskan bahwa hingga April 2025, tercatat 47.164 kasus DBD dengan 212 kematian. Meski terjadi penurunan, DBD tetap menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.

“Ancaman dengue bersifat sepanjang tahun, terutama karena pergeseran musim yang memengaruhi jumlah kasus. Wabah paling berpotensi terjadi saat musim hujan, ketika populasi nyamuk meningkat,” jelasnya.

Penyakit ini umumnya ditemukan di wilayah tropis, dan kasusnya cenderung meningkat pada musim hujan.

Sebagai langkah jangka panjang, Kemenkes RI menargetkan nol kematian akibat dengue pada 2030 melalui pelaksanaan Strategi Nasional (STRANAS) Penanggulangan Dengue 2021–2025 secara menyeluruh.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk aktif mencegah penyebaran DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menjaga kebersihan diri, serta memanfaatkan vaksin sebagai langkah perlindungan tambahan.

“Semua orang bisa berisiko terinfeksi Dengue dan ini bukan penyakit musiman sehingga bisa menyebar sepanjang tahun secara signifikan,” paparnya.(r)

Editor: Edward