SUMUT  

Korban Tewas Banjir dan Longsor di Sibolga Capai 47 Orang, 30 Hilang dan Ribuan Warga Mengungsi

Posko: Posko SAR Gabungan di Gedung Nasional Sibolga berlokasi di Jalan Dr Ferdinan Lumbantobing Sibolga.(Foto:Mu/dok)

Sibolga, Mediautama.news – Korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Kota Sibolga tercatat sebanyak 47 orang, dengan 30 orang masih hilang dan 45 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 4.456 jiwa yang tersebar di sejumlah lokasi pengungsian pada empat kecamatan di seluruh wilayah Kota Sibolga.

Data di Posko SAR Gabungan di Gedung Nasional Sibolga di Jalan Dr Ferdinan Lumbantobing Sibolga, pada Minggu (30/11/2025) merinci, pengungsi di Kecamatan Sibolga Utara berjumlah 1.884 orang tersebar di Kelurahan Angin Nauli 905 orang dengan lokasi pengungsian di Sopo Godang HKBP Sibolga Julu, SMK Negeri 2 Sibolga dan rumah penduduk, Kelurahan Huta Tonga Tonga 558 orang di SD Huta Barangan, TK Huta Barangan dan rumah penduduk, Kelurahan Simaremare 326 orang di Bank Indonesia, rumah Kepling dan rumah warga, Kelurahan Huta Barangan 50 orang di rumah Kepling, Kelurahan Sibolga Ilir 45 orang di Kantor Kelurahan.

Kecamatan Sibolga Kota jumlah pengungsi 340 orang dengan lokasi pengungsian di Mesjid Budi Sehati, Gereja Bethel, rumah warga, Toko Buku, Rumah Makan Jalan Sisingamangaraja Sibolga, Samping Mesjid Al Azhar, Simpang Lima, Jalan Imam Bonjol dan Samping Mandiri Taspen.

Kecamatan Sibolga Sambas jumlah pengungsi 190 orang dengan lokasi pengungsian di Mesjid Taqwa, Gang Manijau, Mesjid Al Jihad dan Jalan Kenari. Kecamatan Sibolga Selatan jumlah pengungsi 2.042 orang dengan lokasi pengungsian di Kodim 0211/ TT Aek Habil, Mesjid Al Rahmat Kenanga, Kantor Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Mesjid Al Istiqomah Jalan Murai, SMP 5 Parombunan, Mesjid Gang Ambaroba, dekat GOR, belakang Puskesmas Parombunan.

Data ini masih bersifat sementara dan sangat mungkin terus mengalami perubahan. Petugas di lapangan masih melanjutkan proses pencarian korban hilang di berbagai titik yang terdampak paling parah. Medan yang sulit, akses yang terputus, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat upaya pencarian membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra.

Seiring berjalannya proses evakuasi dan pendataan oleh tim SAR gabungan, tidak menutup kemungkinan jumlah korban baik yang meninggal, hilang, maupun terluka akan terus bertambah. Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, BPBD, hingga relawan terus berupaya mempercepat penanganan sambil memastikan setiap perkembangan data bisa segera diperbarui secara akurat.(TT 1)

Editor: Edward