Jakarta, Mediautama.news – Pelatih tim nasional Maroko, Walid Regragui, resmi mengundurkan diri dari jabatannya hanya tiga bulan menjelang bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026. Keputusan tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai alasan di balik mundurnya pelatih yang sebelumnya membawa Maroko mencetak sejarah di pentas dunia.
Isu kepergian Regragui sebenarnya telah berhembus sejak Maroko gagal meraih gelar pada Piala Afrika 2025. Namun, kabar tersebut baru dipastikan pada Kamis (5/3) malam waktu setempat.
Regragui dalam konferensi pers, seperti dikutip dari ESPN melansir CNNIndonesia mengatakan, tim membutuhkan wajah baru, energi yang berbeda dan perspektif baru dengan pelatih baru.
“Saya rasa tim ini membutuhkan semangat baru sebelum Piala Dunia, visi baru untuk terus bergerak mau. Keputusan saya untuk pergi adalah bagian dari evolusi tim ini,” ujar Regragui.
Regragui adalah pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Maroko. Di bawah kendalinya Maroko sukses menembus semifinal Piala Dunia 2022 untuk kali pertama bagi tim Afrika.
Kendati begitu, Regragui tak lepas dari kritik setelah Maroko gagal memenangkan trofi Piala Afrika sebagai tuan rumah. Pasukan Singa Atlas kalah dramatis 0-1 dari Senegal di laga final pada Januari lalu.
Presiden Federasi Sepak Bola Maroko Fouzi Lekjaa menerima keputusan Regragui dengan lapang dada. Mohamed Ouahbi, yang semula memimpin Timnas U-20, ditunjuk sebagai pengganti.
Ouahbi juga punya prestasi luar biasa bersama timnas U-20 Maroko. Ia berhasil mengantar tim U-20 Maroko juara Piala Dunia U-20. “Saya di sini bukan untuk membangun, karena fondasinya sudah ada. Saya di sini untuk terus meraih prestasi,” kata Ouahbi.
Ouahbi mengajak Joao Sacramento sebagai asisten. Pelatih asal Portugal ini adalah mantan asisten pelatih Paris Saint Germain, dan pernah bekerja sama dengan Jose Mourinho di AS Roma dan Tottenham Hotspur.(r)
Editor: Edward






