Jakarta, Mediautama.news – Badai Polo menguat secara ekstrem di Samudra Pasifik, lepas pantai Meksiko, hingga mencapai Kategori 5 dengan kecepatan angin maksimum sekitar 290 km/jam pada Selasa (22/9/2026).
Penguatan Polo terjadi sangat cepat. Dalam waktu sekitar 24 jam, kecepatan anginnya meningkat hingga 110 mil per jam atau sekitar 177 km/jam.
Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC) menyebut laju penguatan tersebut sebagai fenomena yang “benar-benar luar biasa” dan termasuk salah satu yang tercepat yang pernah tercatat di Pasifik Timur.
Saat mencapai intensitas maksimum, Polo berada beberapa ratus mil di selatan-tenggara Manzanillo, Meksiko. Badai diperkirakan bergerak ke arah barat laut, tetap berada di sepanjang pesisir Meksiko hingga akhir pekan. Penguatan ekstrem tersebut terjadi saat Polo melintasi perairan laut yang sangat hangat. Suhu laut yang tinggi menyediakan energi besar bagi sistem tropis sehingga mendorong badai berkembang dengan cepat.
CNN International, Rabu (23/9/2026), melansir CNBC Indonesia melaporkan kondisi tersebut juga dipengaruhi fenomena super El Nino yang disebut turut mendukung musim badai aktif di kawasan Pasifik.
Pola penguatan Polo disebut mirip dengan Hurricane Otis pada 2023. Saat itu, Otis meningkatkan kecepatan anginnya sekitar 105 mil per jam dalam 21 jam sebelum menghantam Acapulco, Meksiko.
Meski Polo diperkirakan tidak menuju Amerika Serikat, perkembangan badai tetap menjadi perhatian karena berada di kawasan Pasifik Timur yang dapat memengaruhi cuaca di sepanjang pesisir barat Amerika Utara.
Dampak terbesar Polo saat ini diperkirakan dirasakan di Meksiko. Hujan deras di Guerrero dan Michoacán diperkirakan mencapai 3–6 inci atau sekitar 76–152 milimeter, bahkan hingga 8 inci di sejumlah lokasi.
Curah hujan tersebut berpotensi memicu banjir dan tanah longsor yang mengancam keselamatan. Hujan lebat juga diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Oaxaca, Colima, dan Jalisco.(r)
Editor: Edward






