Banjir dan Longsor Nepal-Tibet: Ribuan Orang Terjebak, 13.000 Personel Dikerahkan

Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal mengatakan banjir diduga terjadi setelah gempa bumi memicu tanah longsor besar. Longsor tersebut kemudian menghalangi aliran Sungai Bhote Koshi hingga menyebabkan air meluap. (Foto: Prabin RANABHAT / AFP via CNNIndonesia)

Jakarta, Mediautama.news – Bencana banjir bandang dan longsor dahsyat melanda wilayah perbatasan Nepal–Tibet Rabu (26/8), ribuan orang diduga masih terjebak di tengah tumpukan lumpur dan puing. Pihak berwenang segera mengerahkan lebih dari 13.000 personel gabungan, sementara penyebab musibah pun ditinjau ulang karena data geologi menepis dugaan adanya gempa pemicu.

Seperti dilaporkan, Badan Penanggulangan Risiko Bencana Nepal (NDRRMA), mengutip CNNIndonesia Jumat (28/8/2026), telah mengerahkan 13.295 personel gabungan polisi, militer, dan pasukan bersenjata untuk operasi pencarian serta pertolongan korban.

Peristiwa melanda Sungai Lhende Khola, jalur lintas perbatasan. Laporan awal menyebut pemicunya gempa yang memicu longsoran es dan batuan. Namun analisis resmi Survei Geologi AS (USGS) menegaskan, tidak ada gempa bumi yang terjadi sebelum bencana tersebut.

Kerusakan infrastruktur sangat parah, tercatat 35 jembatan kendaraan dan 45 jembatan gantung hancur total sekitar 40 km jalan beraspal rusak berat. Jalanan berubah menjadi lahan lumpur tebal, jaringan telepon serta aliran listrik padam sepenuhnya mengisolasi sekitar 250 ribu penduduk di wilayah terdampak tanpa akses komunikasi maupun bantuan.

Sektor energi juga lumpuh total. Kementerian Energi Nepal menjelaskan, bahwa sistem pembangkitan, transmisi, dan distribusi terganggu parah, termasuk 14 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air yang berhenti beroperasi.(r)

Editor: Edward