Penyaluran Bantuan Sembako, Dinsos dan Humas Covid-19 Simalungun Terkesan Bungkam

MediaUtama | Simalungun – Hotdiaman Saragih selaku Kabid Perlindungan Sosial Kabupaten Simalungun yang ditemui di gudang penyimpanan sembako mengaku tidak mengetahui berapa jumlah sembako bantuan yang diberikan kepadanya guna disalurkan ke warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Simalungun.

Dirinya mengaku, bahwa tugasnya hanya menghitung sembako yang datang dan menaikkan sembako yang ada di daftar yang akan disalurkan, ketika ada sembako yang rusak maka akan dikembalikan.

Ketika ditanya oleh awak media kepada siapa dikembalikan?, Hotdiaman sepertinya enggan menjawab pertanyaan wartawan. Anehnya, ada teman di sebelah Hotdiaman berpakaian dinas ASN mengatakan, agar menghubungi dan langsung konfirmasi kepada Akmal Siregar selaku Humas Covid-19 Simalungun.

Sebelumnya Rediana Naibaho Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Simalungun pernah mengatakan kepada awak media, bahwa jumlah paket yang disalurkan kepada wartawan penerima bantuan sembako ada 70 paket, namun kenyataan di lapangan diduga hanya 37 wartawan yang menerima bantuan sembako tersebut.

Ket Foto : Bantuan sembako yang berada didalam gudang penyimpan dan gambar sembako yang akan dikembalikan karena rusak.

Ketika hal itu dikonfirmasi, Selasa (02/06/2020) kepada Mudahalam Purba selaku Kadis Sosial Pemkab Simalungun melalui telepon selulernya, terkesan enggan menjawab meski nada dering telepon genggam miliknya terhubung ketika dihubungi wartawan.

Kepada Akmal Siregar selaku Humas covid-19 Simalungun dikonfirmasi melalui telepon aplikasi whatsapp belum menjawab. Namun pesan whatsapp yang dilayangkan wartawan dijawabnya menerangkan jumlah total keseluran bantuan sembako dan nilai harga per paket sembako nilainya
Rp 300 ribu.

Ironinya, jika diperkirakan nilai paket sembako yang sudah dibagikan kepada masyarakat untuk satu paket berisi : beras 5 kilogram, 5 ikan kaleng dan 5 susu kaleng kental manis, 20 bungkus mie instan, serta vitamin C, harganya tidak sampai Rp 200 ribu.

[Petrus Saragih]