Musim Hujan 2025/2026 Diprediksi Lebih Panjang, BMKG Ingatkan Antisipasi La Niña

BMKG (Foto:wikipedia)

Jakarta, Mediautama.news – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi kemunculan fenomena La Niña di Indonesia pada akhir tahun 2025.

BMKG menyebut, berdasarkan pemantauan El Niño Southern Oscillation (ENSO), kondisi atmosfer dan laut cenderung netral sepanjang sisa tahun ini. Namun, sebagian kecil model iklim global mengindikasikan kemungkinan terjadinya La Niña lemah pada penghujung 2025.

“Kondisi La Niña tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada pada fase negatif dan diprediksi bertahan hingga November 2025,” tulis BMKG dalam laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Indonesia, Sabtu (4/10/2025), dikutip dari CNBC Indonesia.

Dalam laporan yang sama, BMKG juga merinci jadwal awal musim hujan di berbagai wilayah Tanah Air yang tidak terjadi secara bersamaan.

Pada September 2025, sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan telah lebih dulu memasuki musim hujan. BMKG mencatat, terdapat 333 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 47,6 persen wilayah Indonesia yang diperkirakan mengalami awal musim hujan pada periode September hingga November 2025.

Selanjutnya, musim hujan diprediksi akan meluas ke wilayah lainnya secara bertahap hingga akhir November mendatang.

“Dengan sebagian besar daerah diprediksi mulai mengalami musim hujan pada September, Oktober, dan November 2025,” BMKG menjelaskan.

Musim hujan juga diprediksi lebih awal dari biasanya pada sebagian besar wilayah Indonesia. Jumlahnya mencapai 294 ZOM atau 42,1% yang mengalami hal tersebut.

Kondisi akumulasi curah hujan umumnya pada kategori Normal. Artinya kondisi musim hujan kali ini tidak lebih basah atau kering dari biasanya.

Puncak musim hujan kali ini diprediksi pada November hingga Desember 2025 untuk bagian barat. Sementara selatan dan timur Indonesia baru pada Januari hingga Februari 2026.

BMKG juga mengatakan puncak musim hujan sama hingga lebih awal dari kondisi biasanya. Durasi musim hujan 2025/2026 juga diprediksi jauh lebih panjang dari biasanya.(r)

Editor: Edward