Jakarta, Mediautama.news – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan atau Kilang Minyak Balikpapan akan mulai beroperasi pada 10 November 2025.
“Insya Allah, RDMP kilang kita yang di Balikpapan akan kita resmikan pada 10 November ini,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (3/11/2025), dilansir dari CNBC Indonesia.
Bahlil menuturkan, beroperasinya kilang tersebut diharapkan dapat menghentikan impor BBM jenis solar, bahkan berpotensi untuk ekspor. Pemerintah juga tengah mendorong implementasi BBM campuran minyak sawit (B50) yang dinilai dapat memperkuat pasokan bahan bakar untuk mesin diesel di dalam negeri.
“Ada dua, B50 tetap kita dorong. Jadi kalau bisa kita, kalau lebih kita ekspor,” kata Bahlil
“Kita lagi hitung, tapi yang jelas kita targetkan RDMP jadi, B50 jadi, kita akan over supplyinguntuk solar,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, RDMP Balikpapan akan menjadi proyek kilang terbesar di Indonesia dengan kapasitas 360 ribu barel per hari (bph).
Proyek RDMP RU V Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), anak perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) yang merupakan Subholding Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero).(r)
Editor: Edward






