Home / NASIONAL / SEKITAR KITA

Minggu, 11 Oktober 2020 - 22:27 WIB

Giliran FPI, GNPF dan PA 212 Akan Gelar Aksi Besar Tolak Omnibus Law, Ini Sasaran Aksi

Ket Foto : Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin. (CNNIndonesia.com)

Ket Foto : Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin. (CNNIndonesia.com)

MediaUtama | Jakarta – Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI bakal menggelar aksi demonstrasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa (13/10/2020) mendatang.

Aksi akan terpusat di Istana Negara dengan titik kumpul di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Tiga ormas besar termasuk ke dalam bagian aliansi ini, yakni Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

“Benar,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PA 212 Novel Bamukmin dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (11/10/2020).

Foto Aksi 1310 beredar di media sosial. Dalam foto poster tersebut tertulis “Aksi 1310”, Aksi tolak UUCiptaker/Cilaka. Lokasi aksi rencananya akan digelar di depan istana negara Selasa (13/10) pukul 13.00 WIB. Dalam poster juga terdapat sejumlah tuntutan, yakni selamatkan NKRI dan kaum buruh, tolak RUU HIP/BPIP dan bubarkan BPIP.

Novel mengatakan PA 212 merupakan bagian dari aksi tersebut. “Pelaksana Anak NKRI,” katanya.

Demonstrasi menolak pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja sudah dilakukan terlebih dahulu oleh sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari kalangan buruh, tani, mahasiswa, pelajar dan lain sebagainya.

Bahkan, buruh melakukan aksi mogok nasional selama tiga hari berturut-turut. Di Jakarta, demonstrasi yang digelar pada 8 Oktober 2020 kemarin sempat berujung kericuhan yang menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak. Selain itu, juga ada penangkapan terhadap ribuan massa aksi oleh pihak kepolisian.

IKLAN ADS
Baca Juga :  Wakapolsek Percut Sei Tuan Pimpin Upacara Pemakaman Jenazah Aiptu Muliono

Sementara itu, deklarator Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin menyatakan membebaskan pendukungnya untuk ikut serta dalam aksi 13 Oktober 2020 mendatang.

“Pendukung KAMI massa cair, mereka memiliki kebebasan menentukan langkah sendiri,” kata dia, “Saya mendukung dan berdoa dari rumah.”

Polisi belum memberikan pernyataan tentang rencana aksi tersebut.

Pemerintah sebelumnya menyatakan akan menindak tegas pelaku kericuhan yang terjadi di tengah-tengah aksi menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md meminta semua elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

“Oleh sebab itu melihat perkembangan situasi itu, pemerintah mengajak mari kita semuanya menjaga kamtibmas keamanan dan ketertiban masyarakat, semua, semua harus kembali ke posisi tugas menjaga negara masing-masing, pemerintah, rakyat, masyarakat dan civil society, mari bersama-sama ke posisi masing-masing untuk menjaga keamanan masyarakat,” kata Mahfud (Kamis (8/10/2020) lalu.

 

Baca Juga :  Poin-poin Kontroversial Omnibus Law

[MU/CNNI]

Share :

Baca Juga

SEKITAR KITA

Kompol Sri Lestari Widodo Jabat Kasat Lantas Polresta Deli Serdang

PERISTIWA

Kasir Brastagi Supermarket di Medan Positif Covid-19

NASIONAL

Pencoblosan di Manila, WNI Antre Sejak Pagi di KBRI

SEKITAR KITA

Spontanitas Seremonial Ulang Tahun Sang Ketua Para Pedagang

SEKITAR KITA

Respon Cepat Kapolsek Medan Helvetia Tanggapi Pengaduan Masyarakat

SEKITAR KITA

Jaga Kebugaran Tubuh di Tengah Pandemi Covid-19, Kapoldasu dan PJU Gowes Bareng di Asahan

PERISTIWA

Sejumlah Massa Gelar Aksi ‘Save Babi’ di Kantor DPRD Sumut

BERITA UTAMA

Kunker ke Deli Serdang, Kapolda Sumut dan Ketua Bhayangkari Disambut Tarian Daerah