Ketegangan Memuncak, Tentara Thailand dan Kamboja Terlibat Saling Tembak di Perbatasan

Penarikan Mundur: Tentara Kamboja dengan kendaraan lapis baja mengikuti upacara penarikan mundur militer di dekat kuil Preah Vihear, provinsi Preah Vihear, Kamboja, Rabu (18/7).(Foto: REUTERS/Stringer)

Istanbul, Mediautama.news – Ketegangan memuncak, Tentara Thailand dan Kamboja terlibat baku tembak singkat pada Rabu (28/5/2025) pagi di kawasan perbatasan yang belum ditetapkan secara resmi. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.

Kontak senjata yang berlangsung sekitar 10 menit itu terjadi di wilayah sengketa antara Provinsi Preah Vihear di Kamboja dan Provinsi Ubon Ratchathani di timur laut Thailand.

Namun, masing-masing pihak menyampaikan versi berbeda mengenai siapa yang lebih dulu melepaskan tembakan.

Wilayah perbatasan di Distrik Choam Ksan, Kamboja, dan pos perbatasan Chong Bok di Thailand merupakan area tanpa garis batas resmi, yang menjadi sumber klaim tumpang tindih antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.

Sekitar pukul 05.45 WIB, militer Thailand menyatakan bahwa pasukan Kamboja telah memasuki zona perbatasan yang disengketakan dan dianggap melanggar kesepakatan bilateral.

Menanggapi hal itu, militer Thailand mengirim pasukan untuk melakukan pencegatan, menurut laporan Thai Public Broadcasting Service.

“Pasukan Kamboja kemudian melepaskan tembakan ke arah tentara Thailand, yang memicu baku tembak selama kurang lebih sepuluh menit,” ungkap pernyataan militer Thailand, dilansir dari Antara.

Sementara itu, Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Kamboja, Mayor Jenderal Mao Phalla, menyatakan “bentrok singkat memang terjadi” dan “pihak Thailand yang memulai tembakan,” sebut harian Phnom Penh Post dan dikutip Antara.

Thailand menyebut militer Kamboja kemudian meminta gencatan senjata. Meski situasi telah kembali stabil, kedua pasukan masih berada di lokasi kejadian.(r)

Editor: Edward