28 Penambang Tewas dalam Runtuhnya Tambang Emas Ilegal di Angola

Tambang emas di Afrika (Foto:Reuters via CNBC Indonesia)

Jakarta, Mediautama.news – Sedikitnya 28 penambang tewas setelah tambang emas rakyat ambruk di Provinsi Bengo, Angola, Sabtu (23/5/2026). Korban berusia 18 hingga 45 tahun itu diketahui tengah melakukan aktivitas penambangan ilegal saat struktur tanah runtuh.

Dilansir AFP dan mengutip CNBC Indonesia, Senin (25/5/2026), aparat setempat menyebut 13 korban tewas berasal dari satu keluarga. Proses pencarian masih dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun di lokasi tambang.

“Para pemuda ini sedang mengekstrak emas ketika tambang tiba-tiba runtuh,” ujar pejabat kepolisian setempat kepada televisi nasional Angola, TPA.

Angola yang kaya akan emas, berlian, dan mineral lain selama ini menarik ribuan penambang ilegal, termasuk dari negara tetangga seperti Republik Demokratik Kongo.

Tingginya harga emas dunia membuat aktivitas tambang liar terus meningkat meski minim pengawasan dan berisiko tinggi.

Media pemerintah Angola Press Agency melaporkan sekitar 7.000 penambang ilegal beroperasi di Provinsi Bengo. Pemerintah setempat masih menghadapi kesulitan mengendalikan praktik penambangan tradisional yang marak di wilayah tersebut.(r)

Editor: Edward