HUKUM  

PGX Aceh Nasruddin, Minta Pemerintah Pusat Selesaikan Konflik Ribuan Karyawan Kebun Cot Girek

Penasehat Relawan Prabowo Gibran Experience (PGX) Aceh, Nasruddin.(Foto:Dok/Yoes)

Cot Girek.Mediautama.news – Penasehat Relawan Prabowo Gibran Experience (PGX) Aceh, Nasruddin, meminta pemerintah pusat dan daerah untuk segera menyelesaikan konflik, warga versus ribuan karyawan Kebun Cot Girek PTPN IV Regional VI, Milik Negara.

Hal ini ditegaskan, Nasruddin lebih akrab dengan panggilan Tengku Nas, pada Jum’at pagi (22/5/2026), di sebuah desa terpencil dalam “Mission Humanity” kawasan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) Aceh.

Dijelaskan lagi, Kita (red.PGX), sebelumnya sudah meminta kepada semua pihak terkait, untuk cepat menyelesaikan kasus, terkait ratusan massa dari tiga wilayah kecamatan Aceh Utara yang menggebrak Bupati, menuntut ‘Kepastian Hukum” yang dialami demi kelangsungan hidup, ribuan karyawan Kebun Cot Girek PTPN 4 Regional VI Milik Negara, di Cot Girek Aceh Utara.

Pasca aksi itu, penasehat relawan Prabowo Gibran Experience (PGX) Aceh, Nasruddin, meminta pemerintah pusat dan daerah segera mengambil langkah yang tegas untuk menyelesaikan konflik lahan Negara yang sudah puluhan tahun dikelola.

Menurut pengamatan Tengku Nas, konflik ini tidak boleh dibiarkan berlarut larut, karena hasil observasi tim yang diturunkan pihaknya ke lapangan, kasus ini dinilainya sebagai perbuatan yang tidak boleh ditolerir karena sudah anarkis.

Tengku Nas menyebut, berdasarkan fakta di lapangan, terdapat sejumlah oknum yang diduga melakukan penguasaan lahan secara sepihak di area HGU milik PTPN 4 Regional VI. Selain itu, juga terdapat dugaan pembakaran, pengambilan TBS, hingga tindakan intimidasi yang dinilai dapat memperkeruh situasi.

Persoalan tersebut, tegasnya, tidak sebaiknya dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan kerugian bagi berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa lahan perkebunan tersebut merupakan aset negara yang dikelola oleh PTPN sebagai bagian dari BUMN, sehingga seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dan menghormati proses hukum yang berlaku.

Ia juga berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat segera mengambil langkah penyelesaian secara bijak dan sesuai ketentuan hukum, mengingat persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan dinilai menimbulkan kerugian yang besar bagi negara.

Sebelum menutup perbincangan serius, dengan Tengku Nas, sembari “ngopi tubruk” di bawah kemah mirip tenda pengungsi Palestina mengatakan, untuk menyelesaikan kasus ini dari pemerintah harus ada satu ketegasan sebagai keputusan untuk menyelamatkan aset Negara dan pertumpahan darah di kalangan masyarakat.

Dalam hal ini Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah, harus segera mengambil sikap yang objektif dan kongkret, hingga konflik dapat segera terselesaikan dengan baik.Jika dibiarkan, hal yang serupa akan terulang dimanapun. Demikian tutup Experience PGX Aceh, Nasruddin, (Yoes)

Editor: AR Manik