Jakarta, Mediautama.news – Kementerian Luar Negeri RI mengungkap perkembangan terbaru terkait penangkapan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza.
Hingga Selasa (19/5/2026) pukul 19.50 WIB, Kemenlu mencatat sebanyak tujuh dari sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi tersebut telah ditangkap aparat Israel. Sementara dua WNI lainnya masih berada di atas kapal Kasr 1 Sadabat yang masih berlayar.
Juru Bicara Kemenlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan kondisi di lapangan masih sangat dinamis dan kedua WNI yang masih berada di kapal tetap dalam situasi berisiko.
“Situasi di lapangan masih sangat dinamis. Kedua WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel,” ujar Vahd Nabyl, Selasa malam, melansir CNBC Indonesia.
Ia menegaskan, Kemenlu bersama perwakilan RI terkait saat ini berada dalam status siaga penuh guna memantau perkembangan serta menyiapkan langkah perlindungan bagi para WNI.
“Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI akan terus memantau situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah perlindungan yang dibutuhkan,” katanya.
Adapun sembilan WNI yang tergabung dalam misi GSF 2.0 terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan, yakni Thoudy Badai, Andre Prasetyo, Andi Angga, Rahendro Herubowo, Bambang Nuryono, Hendro Prasetyo, As’ad Aras, Herman Budianto, dan Ronggo Wirasanu.(r)
Editor: Edward






