SUMUT  

Jembatan Baru di Kayu Besar Bandar Khalipah Dikeluhkan Warga, Akses Terjal dan Licin Bahayakan Pengendara

Akses jalan ke jembatan yang terjal dan terlihat akses jalan di sisi jembatan yang berlobang karena tidak ditimbun. (Foto: Mu/dok)

Bandar Khalipah, Mediautama.news – Pembangunan jembatan di Dusun Pondok Panjang, Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menuai sorotan tajam dari warga.

Masalahnya, akses jalan ke jembatan yang baru selesai dibangun dengan anggaran Rp 5,7 miliar ini terlalu terjal dan licin, terutama saat hujan. Tak sedikit pengendara sepeda motor tergelincir, bahkan kendaraan roda empat pun kesulitan menanjak akibat ban yang selip dan berputar di tempat.

Suherman, warga setempat yang berprofesi sebagai pedagang, mengaku kerap mengalami kesulitan saat melintasi jembatan, terutama saat hujan turun.

“Terutama emak-emak, tak bisa mengendalikan kenderaannya saat naik ke jembatan hingga tergelincir, karena hujan sebentar saja permukaan jalan jadi licin diperparah pada kondisi jembatan yang terjal ,” ujarnya saat ditemui Sabtu (19/7/2025).

Untuk mengurangi kemiringannya yang cukup terjal, warga bahkan harus bergotong royong menimbun akses naik turun jembatan dengan batu dan tanah. Namun, upaya darurat itu belum memberikan hasil yang signifikan.

Selain akses jalan yang terjal, sesuai pantauan, di sisi kiri dan kanan jembatan juga berongga. Hal ini diduga, penimbunan tanah tidak dilakukan secara padat. Jika tidak berhati-hati, pengendara bisa terperosok, apalagi saat kondisi licin.

Warga juga mempertanyakan kualitas perencanaan dan pengawasan terhadap proyek yang dibiayai dari uang rakyat tersebut. Mereka juga mendesak agar kajian analisis dampak lingkungan (Amdal) yang menjadi dasar pembangunan dievaluasi ulang.

Masyarakat berharap pemerintah provinsi, khususnya dinas terkait, segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh. Tak hanya itu, warga juga mendorong aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk menyelidiki proyek bernilai miliaran rupiah ini.

“Kami tidak bermaksud menuduh, tapi mendorong adanya transparansi dalam penggunaan anggaran proyek ini ,” tegas warga.(Sb 1)

Editor: Edward