Pekanbaru, Mediautama.news – Seekor Harimau Sumatera yang diduga menjadi penyebab tewasnya seorang pekerja di area konsesi perusahaan di Kabupaten Pelalawan, berhasil masuk ke kandang perangkap Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, di Pekanbaru, Rabu (3/8/2025) menjelaskan, bahwa harimau berusia remaja itu sebelumnya terekam kamera pengintai yang dipasang tim lapangan usai menerima laporan serangan terhadap pekerja. Perangkap dipasang pada Senin (11/8/2025).
“Setelah kamera memotret seekor harimau remaja, kami segera memasang box trap pada 11 Agustus sore. Satwa tersebut masuk perangkap sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Harimau yang diperkirakan berusia lima tahun itu langsung menjalani pemeriksaan awal di lokasi. Petugas juga mengambil sampel darah, feses, dan ludah untuk diuji di laboratorium di Dharmasraya, Sumatera Barat.
“Pemeriksaan ini untuk mengetahui ada atau tidaknya DNA manusia pada tubuh atau kotoran harimau, yang dapat menguatkan dugaan keterkaitannya dengan kasus serangan,” jelas Supartono.
Sebelumnya, seorang pekerja perusahaan mengalami luka serius akibat serangan harimau, dengan luka garukan di kepala dan patah tulang pada lengan kiri.
“Info terakhir, korban meninggal,” kata Supartono.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa harimau tersebut dititipkan sementara di pusat penyelamatan satwa sambil menunggu hasil uji laboratorium. BBKSDA Riau juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pusat rehabilitasi harimau sumatera, untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Keselamatan masyarakat dan kelestarian harimau sumatera sama-sama penting. Kami akan mengambil keputusan terbaik berdasarkan hasil pemeriksaan dan kajian para ahli,” tegasnya.(r)
Editor: Edward






