Jakarta, Mediautama.news – Banjir besar dan hujan deras melanda Meksiko dalam sepekan terakhir, menewaskan sedikitnya 28 orang.
Melansir AFP dan dilansir dari CNNindonesia.com, otoritas pertahanan sipil Meksiko melaporkan curah hujan ekstrem terjadi di 31 negara bagian, hampir mencakup seluruh wilayah negara tersebut.
Guyuran hujan deras menyebabkan sungai-sungai meluap, menimbulkan banjir besar, tanah longsor, serta merusak jalan dan jembatan di berbagai daerah.
Negara bagian Hidalgo menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Sedikitnya 16 orang meninggal dunia, lebih dari 1.000 rumah rusak, dan 90 komunitas dilaporkan terisolasi karena sulit dijangkau tim penyelamat.
Di negara bagian Puebla, bencana serupa menewaskan sembilan orang, sementara otoritas setempat memperkirakan jumlah korban bisa terus bertambah karena masih banyak warga yang dilaporkan hilang.
Banjir juga menelan korban di wilayah lain, dengan dua orang tewas di Veracruz bagian timur, serta satu korban jiwa di Queretaro.
Pemerintah Meksiko kini tengah berupaya mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan darurat, di tengah peringatan kemungkinan cuaca ekstrem masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Kami berupaya mendukung masyarakat, membuka kembali jalan, dan memulihkan listrik,” ujar Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dalam sebuah cuitan di platform X.
Sheinbaum mengatakan, ribuan anggota militer, kapal, pesawat, dan helikopter telah dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan.
Meksiko telah dilanda hujan yang sangat lebat sepanjang tahun 2025. Rekor curah hujan tertinggi tercatat di Mexico City.
Ahli meteorologi Isidro Cano mengatakan, hujan lebat yang terjadi sejak Kamis tersebut disebabkan oleh pergeseran musim dan pembentukan awan saat udara hangat dan lembap dari Teluk Meksiko naik ke puncak gunung.
“Front dingin yang bergerak dari utara juga telah meningkatkan curah hujan d sebagian besar wilayah negara tersebut,” ujar Cano.
Hingga saat ini, Meksiko juga masih memantau badai tropis Raymond dan Priscilla yang telah diturunkan statusnya dari badai kategori 2. (r)
Editor: Edward






